thumbnail

Merokok Di Pagi Hari , 2x Lipat Lebih Ber-bahaya

Merokok Di Pagi Hari , 2x Lipat Lebih Ber-bahaya - Semua orang tahu bahwa merokok sangat membahayakan kesehatan...dan Sebuah penelitian yang melibatkan 7000 perokok, dilakukan oleh para ilmuwan dari Penn State College of Medicine, Amerika. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa seseorang yang menghisap sebatang rokok, 30 menit setelah bangun tidur memiliki risiko terkena kanker paru-paru dua kali lebih besar.


Dari semua partisipan penelitian terdapat 4776 perokok yang sudah menderita kanker paru-paru, sedangkan perokok lainnya sehat. Dibandingkan dengan mereka yang merokok pada satu jam setelah bangun tidur, orang yang langsung merokok setelah bangun tidur memiliki kemungkinan sebesar 79% terkena kanker. Namun dilihat secara keseluruhan, berapa banyak rokok yang dihisapnya tidak memperngaruhi angka tersebut.

"Perokok pagi hari memiliki tingkat nikotin yang tinggi dan racun lain dari tembakau di tubuhnya. Mereka juga lebih kecanduan daripada perokok yang menahan diri untuk tidak merokok setengah jam atau lebih setelah bangun tidur," kata salah satu peneliti, Joshua Muscat, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.

Pada penelitian lain yang mengikut sertakan 1.850 perokok, 1055 dari mereka menderita kanker kepala dan leher. Hasil dari penelitian tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang merokok dalam waktu 30 menit saat bangun berisiko 59% membuat penyakit kankernya lebih berbahaya dibandingkan dengan mereka yang menunggu satu jam.

Para peneliti mengatakan, temuan ini dapat membantu mengidentifikasi perokok yang berisiko sangat tinggi terhadap kanker paru-paru, otak, dan leher serta mendapat manfaat dari program penghentian merokok yang ditargetkan. Walau begitu, risiko menderita kanker tetap akan terus meningkat jika Anda masih terus melakukan kebiasaan merokok tanpa kenal waktu.

sumber : http://situs-berita-online.blogspot.com/2013/08/merokok-di-pagi-hari-2x-lipat-lebih-ber.html
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 17.49
thumbnail

6 Cara Ampuh Berhenti Dari Kebiasaan Merokok


Petualang Unik - Berhemti dari kebiasaan merokok meruapakan hal yang sangat sulit bagi para perokok , seseorang yang sudah terbiasa merokok memang susah melepaskan hal yang satu ini , karena saat sudah terbiasa merokok ketika berhenti pasti ingin mencoba nya sesekali, nah sesekali itu yang menyebabkan kita balik lagi merokok terus menerus.


Di pagi kali ini webunic akan membahas 6 Cara Ampuh Berhenti Dari Kebiasaan Merokok , tapi itu semua juga harus ada niat dari diri Anda sendiri untuk berhenti merokok , langsung aja nih cekidot

1 . Niat Untuk Berhenti Merokok
Kalau tidak ada yang satu ini bawaannya tetap saja pasti sulit mengajak seseorang untuk berhenti merokok , jadi Anda harus mempunyai niat dan tekad yang bulat untuk berhenti merokok.

2. Mengetahui Apa Alasan Anda Bernhenti Merokok
Apabila Anda sudah mempunyai niat dan tekad yang bulat untuk berhenti merokok Anda harus punya alasan yang kuat mengapa Anda berhenti merokok. Apakah itu karena dampaknya yang tidak baik untuk kesehatan , ataupun Anda ingin terlihat muda dan semacamnya , yang terpenting alasan kuat ini yang mendorong tekad dan niat Anda untuk berhenti merokok.

3. Bertahap Dalam Melakukannya
Seseorang yang ingin berhenti merokok itu memang sangat sulit , jadi kita harus coba perangi dan melakukannya secara bertahap ,maksudnya misal kita sehari bisa 2 bungkus, coba hari ini 1 bungkus dan harus bisa, dan terus menerus mengurangi jumlah rokok demi rokok yang Anda hisap , hal ini sangat ampuh untuk berhenti dari kebiasaan merokok.

4. Melakukan Aktivitas Atapun Olahraga
Lakukan lah sebuah aktifitas kegiatan ataupun olahraga sebagai pengganti waktu rokok Anda, karena hal ini akan menyehatkan tubuh dan kebugran Anda. Makin lama terus menerus di lalukan pemikiran ingin merokok akan punah saat kita masih banyak kegiatan.

5. Konsultasi Dokter Ataupun Ahli Terapi
Apabila Anda memang ingi berhenti merokok coba cara ampuh yang satu ini, coba Anda konsultasi ke dokter ataupun ahli terapi. Karena segalah sesuatu sebaiknya di serahkan ke ahlinya , nah pasti dokter pun punya resep ampuh agar Anda berhenti merokok.

6. Coba Dan Coba Terus
Kegagalan dalam mencoba itu sudah biasa , banyakorang yang sudah putus asa dalam mencoba berhenti merokok tetapi hal ini justru akan membuat tekad pemikiran kita untuk mencoba dan mencobanya terus, hal ini sangat ampuh untuk berhenti dari kebiasaan merokok , intinya jangan mudah putus asa dan pantang menyerah.

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 22.30

Hormon Testosteron Bisa Meningkat Karena Menikah


Menikah Bikin Hormon Testosteron Meningkat

Ada beberapa berita baik di balik sebuah pernikahan. Sebuah riset terbaru mengindikasikan bahwa pria yang sudah menikah memiliki tingkat hormon testosteron jauh lebih tinggi daripada rekan-rekan mereka yang belum menikah.

Seperti diketahui, secara alamiah, produksi hormon testosteron akan turun seiring bertambahnya usia seseorang. Namun riset teranyar mengungkapkan, menurunnya produksi testosteron tidak selalu karena usia, tetapi juga terkait dengan perilaku, seperti merokok, obesitas dan depresi.

Dalam kajiannya, peneliti menganalisis pengukuran testosteron pada lebih dari 1.500 pria. Tingkat hormon mereka diuji sebanyak dua kali, dengan jarak setiap pengujian lima tahun. Semua sampel diuji dengan pengukuran yang sama pada waktu sebelum dan setelah lima tahun.

Rekan peneliti, Dr Gary Wittert, dari University of Adelaide menemukan bahwa tingkat testosteron peserta rata-rata turun sebesar 1 persen setiap tahun.

Namun, ketika dibagi dalam subkelompok, peneliti menemukan pola yang berbeda, di mana faktor-faktor tertentu tampaknya mempengaruhi penurunan hormon testosteron lebih signifikan selama periode penelitian tersebut. Penurunan terbesar produksi testosteron terjadi di antara pria yang gemuk, sudah berhenti merokok dan mengalami depresi.

“Ketika seseorang berhenti merokok, penurunan kadar hormon testosteron cenderung lebih rendah. Manfaat dari berhenti merokok sangat besar,” kata Wittert.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peserta yang belum menikah mengalami penurunan lebih besar kadar hormon testosteron daripada pria yang sudah menikah.

Wittert mengatakan temuan ini mungkin mendukung penelitian lain yang menunjukkan bahwa pria menikah cenderung lebih bahagia dan lebih sehat dibanding pria lajang. Dia juga mengatakan bahwa aktivitas seksual secara teratur cenderung meningkatkan kadar testosteron.

Studi ini didanai oleh National Health and Medical Research Council of Australia.

Pada pria, hormon testosteron diproduksi di testis. Hormon ini berfungsi mengontrol perkembangan karakteristik seksual pria. Keberadaan hormon ini sangat vital karena mempengaruhi kesehatan, fungsi seksual dan kesuburan serta membantu mempertahankan komposisi tubuh yang sehat, mengembangkan massal otot, mencukupi jumlah sel darah merah, dan melindungi kepadatan tulang.

“Sangat penting dokter memahami bahwa menurunnya kadar testosteron tidak hanya bagian dari proses penuaan. Hal ini juga sangat dipengaruhi oleh perilaku kesehatan atau status kesehatan orang itu sendiri,” tutupnya.  Sumber: fox news, medicalnewstoday

Sumber:  health.kompas.com ,  Selasa, 26 Juni 2012

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 22.07

Rokok vs Ekonomi


Rokok vs Ekonomi: Mitos dan Fakta

Mitos:
Industri rokok memberikan kontribusi pemasukan negara dengan jumlah besar.

Fakta:
Negara membayar biaya lebih besar untuk rokok dibanding dengan pemasukan yang diterimanya dari industri rokok. Penelitian dari World Bank telah membuktikan bahwa rokok merupakankerugian mutlak bagi hampir seluruh negara. Pemasukan yang diterima negara dari industri rokok (pajak dan sebagainya) mungkin saja berjumlah besar, tapi kerugian langsung dan tidak langsung yang disebabkan konsumsi rokok jauh lebih besar.

Biaya tinggi harus dikeluarkan untuk membayar biaya penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh rokok, absen dari bekerja, hilangnya produktifitas dan pemasukan, kematian prematur, dan juga membuat orang menjadi miskin lebih lama karena mereka menghabiskan uangnya untuk membeli rokok.

Biaya besar lainnya yang tidak mudah untuk dijabarkan termasuk berkurangnya kualitas hidup para perokok dan mereka yang menjadi perokok pasif. Selain itu penderitaan juga bagi mereka yang harus kehilangan orang yang dicintainya karena merokok. Semua ini merupakan biaya tinggi yang harus ditanggung.

Mitos:
Mengurangi konsumsi rokok merupakan isu yang hanya bisa diatasi oleh negara-negara kaya.

Fakta:
Sekarang ini kurang lebih 80% perokok hidup di negara berkembang dan angka ini sudah tumbuh pesat dalam beberapa dekade saja. Diperkirakan pada tahun 2020, 70% dari seluruh kematian yang disebabkan rokok akan terjadi di negara-negara berkembang, naik dari tingkatan sekarang ini yaitu 50%. Ini berarti dalam beberapa dekade yang akan datang negara-negara berkembang akan berhadapan dengan biaya yang semakin tinggi untuk membiayai perawatan kesehatan para perokok dan hilangnya produktifitas.

Mitos:
Pengaturan yang lebih ketat terhadap industri rokok akan berakibat hilangnya pekerjaan di tingkat petani tembakau dan pabrik rokok.

Fakta:
Prediksi mengindikasikan dengan jelas bahwa konsumsi rokok global akan meningkat dalam tiga dekade ke depan, walau dengan penerapan pengaturan tembakau di seluruh dunia. Memang dengan berkurangnya konsumsi rokok, maka suatu saat akan mengakibatkan berkurangnya pekerjaan di tingkat petani tembakau. Tapi ini terjadi dalam hitungan dekade, bukan semalam. Oleh karenanya pemerintah akan mempunyai banyak kesempatan untuk merencanakan peralihan yang berkesinambungan dan teratur.

Para ekonom independent yang sudah mempelajari klaim industri rokok, berkesimpulan bahwa industri rokok sangat membesar-besarkan potensi kehilangan pekerjaan dari pengaturan rokok yang lebih ketat. Di banyak negara produksi rokok hanyalah bagian kecil dari ekonomi mereka. Penelitian yang dilakukan oleh World Bank mendemonstrasikan bahwa pada umumnya negara tidak akan mendapatkan pengangguran baru bila konsumsi rokok dikurangi. Beberapa negara malah akan memperoleh keuntungan baru karena konsumen rokok akan mengalokasikan uangnya untuk membeli barang dan jasa lainnya. Hal ini tentunya akan membuka kesempatan untuk terciptanya lapangan kerja baru.

Mitos:
Pemerintah akan kehilangan pendapatan jika mereka menaikan pajak terhadap industri rokok karena makin sedikit orang yang akan membeli rokok.

Fakta:
Bukti sudah jelas: perhitungan menunjukkan bahwa pajak yang tinggi memang akan menurunkan konsumsi rokok tetapi tidak mengurangi pendapatan pemerintah, malah sebaliknya. Ini bisa terjadi karena jumlah turunnya konsumen rokok tidak sebanding dengan besaran kenaikan pajak. Konsumen yang sudah kecanduan rokok biasanya akan lambat menanggapi kenaikan harga (akan tetap membeli). Lebih jauh, jumlah uang yang disimpan oleh mereka yang berhenti merokok akan digunakan untuk membeli barang-barang lain (pemerintah akan tetap menerima pemasukan). Pengalaman mengatakan bahwa menaikan pajak rokok, betapapun tingginya, tidak pernah menyebabkan berkurangnya pendapatan pemerintah.

Mitos:
Pajak rokok yang tinggi akan menyebabkan penyelundupan.

Fakta:
Industri rokok sering beragumentasi bahwa pajak yang tinggi akan mendorong penyelundupan rokok dari negara dengan pajak rokok yang lebih rendah, yang ujungnya akan membuat konsumsi rokok lebih tinggi dan mengurangi pendapatan pemerintah.

Walaupun penyelundupan merupakan hal yang serius, laporan Bank Dunia tahun 1999 Curbing the Epidemic tetap menyimpulkan bahwa pajak rokok yang tinggi akan menekan konsumsi rokok serta menaikan pendapatan pemerintah. Langkah yang tepat bagi pemerintah adalah memerangi kejahatan dan bukannya mengorbankan kenaikan pajak pada rokok.

Selain itu ada klaim-klaim yang mengatakan bahwa industri rokok juga terlibat dalam penyelundupan rokok. Klaim seperti ini patut disikapi dengan serius.

Mitos:
Kecanduan rokok sudah sedemikian tinggi, menaikan pajak rokok tidak akan mengurangi permintaan rokok. Oleh karenanya menaikan pajak rokok tidak perlu.

Fakta:
Menaikan pajak rokok akan mengurangi jumlah perokok dan mengurangi kematian yang disebabkan oleh rokok. Kenaikan harga rokok akan membuat sejumlah perokok untuk berhenti dan mencegah lainnya untuk menjadi perokok atau mencegah lainnya menjadi perokok tetap. Kenaikan pajak rokok juga akan mengurangi jumlah orang yang kembali merokok dan mengurangi konsumsi rokok pada orang-orang yang masih merokok. Anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang sensitif terhadap kenaikan harga rokok oleh karenanya mereka akan mengurangi pembelian rokok bila pajak rokok dinaikan.

Selain itu orang-orang dengan pendapat rendah juga lebih sensitif terhadap kenaikan harga, oleh karenanya kenaikan pajak rokok akan berpengaruh besar terhadap pembelian rokok di negara-negara berkembang.
Model yang dikembangkan oleh Bank Dunia dalam laporannya Curbing the Epidemic menunjukan kenaikan kenaikan harga rokok sebanyak 10% karena naiknya pajak rokok, akan membuat 40 juta orang yang hidup di tahun 1995 untuk berhenti merokok dan mencegah sedikitnya 10 juta kematian akibat rokok.

Mitos:
Pemerintah tidak perlu menaikan pajak rokok karena akan kenaikan tersebut akan merugikan konsumer berpendapatan rendah.

Fakta:
Perusahaan rokok beragumen bahwa harga rokok tidak seharusnya dinaikan karena bila begitu akan merugikan konsumen berpendapatan rendah. Tetapi, penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpendapatan rendah merupakan korban rokok yang paling dirugikan. Karena rokok akan memperberat beban kehidupan, meningkatkan kematian, menaikan biaya perawatan kesehatan yang harus mereka tanggung dan gaji yang terbuang untuk membeli rokok.

Masyarakat berpendapatan rendah paling bisa diuntungkan oleh harga rokok yang mahal karena akan membuat mereka lebih mudah berhenti merokok, mengurangi, atau menghindari kecanduan rokok karena makin terbatasnya kemampuan mereka untuk membeli. Keuntungan lain dari pajak rokok yang tinggi adalah bisa digunakan untuk program-program kesejahteraan masyarakat miskin.

Mitos:
Perokok menanggung sendiri beban biaya dari merokok.

Fakta:
Perokok membenani yang bukan perokok. Bukti-bukti biaya yang harus ditanggung bukan perokok seperti biaya kesehatan, gangguan, dan iritasi yang didapatkan dari asap rokok.

Ulasan di negara-negara kaya mengungkapkan bahwa perokok membebani asuransi kesehatan lebih besar daripada mereka yang tidak merokok (walaupun usia perokok biasanya lebih pendek). Apabila asuransi kesehatan dibayar oleh rakyat (seperti jamsostek) maka para perokok tentunya ikut membebankan biaya akibat merokok kepada orang lain juga.

source : http://www.seatca.org/upload_resource/202.doc

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 21.43

Kanker Paru-paru Mantan Menkes


Di Balik Kanker Paru-paru Sang Mantan Menkes

KANKER Paru-paru menduduki urutan ke dua penyebab utama kematian seseorang akibat kanker, setelah kanker payudara. Kanker yang berasal dari sel-sel di dalam paru-paru ini bisa juga berasal dari kanker yang mengenai bagian tubuh lain, namun menjalar ke paru-paru.

Selama ini pengidap kanker paru-paru selalu diasosiasikan merupakan seorang “perokok hebat”, karena memang merokokmerupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita.

Tetapi kasus yang terjadi pada kanker paru-paru stadium empat yang menjadi penyebab mantan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia jelas tidak bisa dihubungkan dengan rokok, karena Endang sendiri bukanlah seorang perokok.

Mantan Menkes, Kanker Paru-paru dan Rokok
Kematian mantan Menteri Kesehatan merupakan sesuatu yang mengherankan bagi beberapa kalangan orang yang mengenalnya.

Rekan seangkatan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang juga Sekjen Kementerian Kesehatan, Ratna Rosita mengatakan, Endang tidak memiliki riwayat penyakit di pernapasannya sejak dahulu. Sementara sejak menjadi pemimpin Kementerian Kesehatan, Endang pun secara rutin melakukan general check up.

Menurutnya, seluruh jajarannya di Kementerian Kesehatan baru saja mengetahui penyakit yang diderita Endang pada Oktober 2010.

Asap rokok ternyata bukanlah satu-satunya penyebab kanker paru-paru. Kemungkinan besar alasankanker paru-paru yang menyebabkan kematian mantan Menteri Kesehatan adalah akibat senyawa kimia. Seseorang yang tidak merokok dapat saja terkena kanker paru-paru, akibat terpapar radiasi atau menghirup zat-zat tertentu. Di laboratorium, zat-zat tersebut dapat ditemukan, seperti asbestos, arsen, kromat, nikel klorometil eter dan gas mustard.

Partikel-partikel pada zat berbahaya itu akan melukai paru-paru, yang kemudian menjadi “borok”. Hingga dalam jangka waktu 10 hingga 20 tahun, luka itu berubah menjadi kanker yang berbahaya. Dapat disimpulkan kanker paru-paru merupakan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di jaringan paru-paru.

Beberapa penyebab lain Kanker paru-paru
Merokok dan asap rokok memang penyebab utama kanker paru-paru, tapi tetap saja bukan satu-satunya.

“Kanker paru-paru penyebabnya multifaktor. Tidak hanya rokok, tapi memang paling banyak dan yang utama penyebabnya adalah rokok. Lingkungan sekitar juga mempengaruhi. Tempat tinggal kita misalnya. Contohnya asbes, telah diketahui orang yang tinggal dengan langit-langit menggunakan asbes itu memiliki risiko (kanker paru-paru), karena itu syarat bikin bangunan sedapat mungkin menghindari asbes,” tutur dr Ronald Hukom SpPD-KHOM, spesialis kanker pada orang dewasa dari RS Kanker Dharmais.

Sebuah gas bernama radon misalnya, yang merupakan gas alami, tidak berwarna dan tidak berbau, yang berada di uranium, di lingkungan industri dapat berkontribusi sebagai penyebab timbulnya kanker paru-paru. Masyarakat yang tinggal di kawasan Industri mengantisipasi masalah udara tak sehat ini dengan menggunakan masker.

Kemudian zat-zat karsinogenik yaitu nikel dan kronium, juga terdapat di banyak lingkungan sehari-hari, seperti di lingkungan perkantoran.

Selain itu, sebagai salah satu pemicu kanker paru-paru yang tak kalah berbahayanya adalah alkohol. Orang yang banyak minum alkohol, suatu saat berpotensi terkena kanker paru-paru, apalagi pada usia tua.

Kemudian seperti umumnya sifat kanker lainnya, kanker paru-paru ini pun bersifat genetik, namun hanya 10 hingga 15 persen. Bagi yang sudah mengetahui memang memiliki genetika kanker paru-paru, lebih baik hindari faktor-faktor “pencetus” lainnya.

Banyak penderita yang baru menyadari mengidap kanker paru-paru setelah berada pada stadium lanjut. Gejala kanker paru-paru stadium dini memang tidak terlalu nampak. Seperti yang terjadi pada mantan Menkes, baru pada Oktober 2010, dokter memvonis beliau menderita kanker paru-paru stadium tiga. (Tiko Septianto / CN32 disarikan dari berbagai sumber

Sumber: SuaraMerdeka.com, 3-Mei-2012

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 21.22

Kanker Paru-paru Mengancam

Waspadai Serangan Kanker Paru-paru

Di antara beberapa jenis penyakit kanker, kanker paru-paru terbilang penyakit yang paling cepat perkembangannya. Lihat saja, belakangan ini, terjadi kecenderungan peningkatan jumlah penderita kanker paru-paru mencapai 20 persen. Kanker paru-paru juga tergolong penyakit yang mematikan dan dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun perempuan.

Peningkatkan jumlah penderita penyakit kanker paru-paru tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah perokok di Indonesia. Saat ini, jumlah perokok di Tanah Air menduduki peringkat ketiga di dunia. Berdasarkan data Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, selama dua tahun belakangan, jumlah pasien kanker paru-paru yang datang berobat ke rumah sakit tersebut mencapai 800 sampai 1.000 orang. Jumlah tersebut diprediksi akan bertambah menjadi 1.300 orang pada 2013.

Adapun komposisi pasien yang datang 75 persen kaum adam dan 25 persen kaum hawa. Dari pasien-pasien tersebut, kebanyakan kondisinya sudah mencapai stadium lanjut. “Berdasarkan analisis kami, sembilan dari 10 pasien menderita kanker paru-paru disebabkan oleh rokok,” papar Wiwien H Wiyono, Ketua Pertemuan Ilmiah Pulmonologi dan Ilmu Kdokteran Respirasi (PIPKRA), di sela-sela acara diskusi bertema “Penanggulangan Kanker Paru-paru Belum Optimal” di Hotel Borobudur, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Wiwien menambahkan, mengacu pada hasil analisis itu, diketahui bahwa 90 persen kasus kanker paru-paru disebabkan oleh racun rokok dan 20 persen disebabkan oleh bahan radioaktif atau radon. Bisa dikatakan radon merupakan penyebab kedua kanker paru-paru setelah racun yang ada di dalam rokok. Berdasarkan definisi ilmiahnya, radon adalah unsur kimia dengan nomor atom 86 dengan lambang kimia Rn.

Radon selalu berada dalam bentuk gas dan terlarut di dalam udara dengan kerapatan 10 gram per liter. Keberadaan radon di udara tidak dapat dikenali oleh sistem panca-indera manusia. “Selain racun rokok dan radon, bahan kimia serta polusi udara bisa menjadi penyebab kanker paru-paru. Penyakit tuberkulosis (TBC) pun bisa menjadi penyebab kanker paru-paru karena penyakit itu merupakan gejala awal kanker paru-paru,” tambah dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Persahabatan itu.

Jika diamati dari sisi medisnya, kanker paru-paru merupakan sebuah bentuk perkembangan sel yang sangat cepat (abnormal) sehingga terjadi perubahan jaringan sel atau ekspansi sel. Apabila dibiarkan, pertumbuhan abnormal tersebut dapat menyebar ke organ-organ lainnya, baik organ yang dekat dengan paruparu maupun organ yang jauh dari paru-paru, seperti tulang, hati, atau otak.
Penyakit itu berjangkit setelah pasien menginjak usia 40 tahun ke atas, tidak pada saat penderita masih berusia muda. Kaum muda yang berusia 17 tahun atau 20 tahun yang sudah menjadi perokok aktif berpeluang menderita kanker paru-paru.
Wiwien mengatakan hal tersebut semestinya disadari oleh para pemuda. Memang, ketika muda, mereka tidak merasakan gangguan apa pun, namun setelah berusia 40 tahun ke atas, banyak keluhan yang dirasakan, seperti batuk dan sesak napas. Melihat risiko dari kebiasaan merokok, hendaknya generasi muda menyadari untuk segera berhenti merokok.
Memang, bagi perokok aktif yang kemudian berhenti merokok, tidak berarti kondisi paru-parunya bisa langsung membaik. Menurut Wiwien, umumnya dibutuhkan waktu cukup lama, sekitar 15 tahun, untuk membersihkan atau menormalkan paru-paru. “Butuh perjuangan panjang untuk mengembalikan kondisi paru-paru. Oleh sebab itu, dari sekarang, mulailah meninggalkan kebiasaan merokok,” tambah ahli paru-paru dari Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) itu.
Kenali Gejalanya
Gejala kanker paru-paru, tambah Wiwien, sebenarnya tidak sulit me ngenalinya. Dua di antaranya ialah batuk-batuk kecil yang berkepanjang an dan sulit diobati. Apabila kondisinya sudah parah, batuk-batuk tersebut biasanya disertai keluarnya darah.
Gejala lainnya ialah sesak napas. Penderita kanker paru-paru biasanya kesulitan bernapas, berat badan terus menurun, dan cepat lelah. Kondisi itu disebabkan paru-parunya telah bergantung sehingga tidak bisa bekerja normal. Selain batuk-batuk dan merasa cepat lelah, nyeri di punggung merupakan gejala lain dari kanker paru-paru. Hal itu dikarenakan kanker berada di bagian tepi jaringan paru-paru atau tersembunyi di belakang jantung.
Kanker paru-paru yang ditandai dengan nyeri punggung biasanya sulit terdeteksi, bahkan pemeriksaan melalui foto rontgen terkadang tidak dapat mendeteksinya. “Jika mengalami nyeri punggung berkepanjangan, jangan anggap enteng dan jangan selalu dianggap masuk angin, lalu minum obat antimasuk angin. Jika setelah meminum obat tetapi rasa nyeri tetap ada, sebaiknya langsung berobat, jangan dibiarkan karena hal itu berbahaya,” imbau Wiwien.
Untuk mengenal gejala kanker paru-paru secara cepat, dibutuhkan kemampuan tenaga medis yang andal. Ketika melakukan pemeriksaan, biasanya mereka dapat langsung mengidentifikasi penyakit pasien, apakah TBC atau kanker paru-paru. Apabila seorang pasien teridentifikasi positif kanker paruparu, sebaiknya cepat ditangani.
Pada umumnya, pasien baru berobat ke dokter ketika penyakitnya sudah parah dan mulai membesar di atas 3 cm. Untuk pengobatan, biasanya hal itu bergantung pada tingkat penyakit yang diderita. Dilakukan operasi atau tidaknya terlepas dari riwayat dan penyebab kanker. “Kanker paru-paru bisa sembuh kalau sel-sel kanker sudah diangkat, biasanya menggunakan metode operasi,” ujar Wiwien. faisal chaniago
Sumber: Koran Jakarta, Minggu 19 February 2012
Linked Posts:
Kanker Paru-paru | Asap Tembakau Sebabkan Kerusakan Dini Paru-paru | Kanker — Penyakit Kanker | Kanker Serviks | Kanker Darah | Tumor | Tuberkulosis (TBC) | Mengobati Flek Paru-paru | Mengobati Kanker Otak | Mengobati Kanker Payudara | Kanker Bisa Membuat Keluarga Bangkrut
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 20.04

Larangan Merokok

Mulai 1 Maret, Dilarang Merokok di Kereta Api

Entah ini kabar baik atau buruk bagi pengguna jasa kereta api antarkota. Mulai 1 Maret 2012 mendatang, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan memberlakukan larangan merokok di dalam kereta antarkota, baik kelas eksekutif, bisnis, maupun ekonomi.

“Kebijakan ini akan diterapkan mulai 1 Februari 2012 dan sebulan `ini sampai 29 Februari 2012 akan diberlakukan sosialisasinya,” demikian disampaikan Kepala Penertiban PT KAI DAOPS 1, Akhmad Sujadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/2/2012).

Ia menambahkan, jika ada penumpang yang kedapatan tengah merokok dalam kereta, akan diturunkan di stasiun terdekat. “Setelah tanggal 29 Februari, pokoknya yang merokok di dalam kereta dikenai sanksi diturunkan dari kereta,” tegasnya.

Larangan tersebut diterapkan karena pihaknya banyak mendapat laporan tentang perilaku tidak tertib para perokok di dalam gerbong kereta oleh penumpang. Selain itu banyak fasilitas di dalam kereta rusak akibat banyak penumpang yang membuang puntung rokok sembarangan.

“Umumnya perokok tidak tertib membuang puntung, sehingga karpet/boredes kereta banyak bercak-bercak hitam kaya kebakar. Cat kereta juga cepat pudar karena asap rokok,” ujar Sujadi.

Pro dan kontra
Sementara, dikalangan pengguna kereta api antar kota sendiri, rencana larangan tersebut masih menimbulkan pro dan kontra. Seperti yang diungkapkan Dinda (24) yang tiap tahun menggunakan jasa angkutan kereta api Argho Anggrek ke kampungnya di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Ya kalau saya yang enggak ngerokok sih setuju saja, cuma yang ngerokok gimana? Kesian juga sama yang punya penyakit asma, bisa bengek di dalam,” ujarnya.

Sementara Saphira (21) yang juga hampir tiap bulan menggunakan kereta api jurusan Jakarta Semarang mengaku keberatan terhadap larangan tersebut. “Ya karena saya merokok ya mas, jadi kurang setuju aja. Soalnya kan ngerokok-nya enggak di tempat penumpang, tapi di sambungan yang ada toiletnya jadi penumpang nggak keganggu amat,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com, Tgl. 1 Februari 2012

Linked Posts:
Hukum Merokok | Bahaya Merokok | Lebih Sehat Tanpa Merokok | 7 Gejala Perokok | Dampak Asap Rokok Pada Paru-paru |   Asap Rokok Sebabkan Kerusakan Dini Paru-paru | Kebiasaan Buruk Setelah Makan | Kebiasaan Yang Meperburuk Kesehatan | Penyakit Jantung | Serangan Jantung | Penyakit Kanker | Kanker Paru-paru |
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 18.58

Kanker Dan Gaya Hidup


40 Persen Kanker Disebabkan Gaya Hidup

Lebih dari 40 persen semua jenis kanker disebabkan karena pilihan gaya hidup. Berdasarkan survei yang dilakukan di Inggris, hampir setengah penderita yang terdiagnosa kanker disebabkan oleh pemilihan gaya hidup.

Obesitas, merokok, makanan dan alkohol, masing-masing dapat menjadi penyebab timbulnya tipe kanker. Namun, rokok menjadi pemicu utama terjadinyakanker. Merokok menyebabkan 23 persen kanker pada pria dan 15,6 persen pada wanita.

“Banyak orang percaya bahwa kanker disebabkan karena nasib atau gen. Namun, setelah melihat semua bukti, jelas bahwa sekitar 40 persen penyebab kanker disebabkan oleh hal-hal dimana kita sebenarnya bisa merubahnya,” ungkap peneliti Prof Max Parkin.
Peneliti juga menemukan posisi kedua penyebab terjadinya kanker adalah disebabkan sedikitnya mengonsumsi buah dan sayuran segar pada makanan pria. Berbeda dengan pria, penyebab terjadinya kanker pada wanita setelah merokok adalah obesitas.

“Kami tak menduga saat menemukan makan buah dan sayur akan menjadi penting bagi pria untuk melawan kanker. Dan bagi wanita, tak mengira bila kegemukan berdampak lebih buruk dibandingkan alkohol,” tambahnya.

Berikut ini 6 besar penyebab terjadinya kanker pada wanita dan pria.
Pria
1. Merokok 23 %
2. Sedikit Makan buah dan sayur 6,1 %
3. Bahaya/Risiko dalam pekerjaan 4,9 %
4. Alkohol 4,6 %
5. Kegemukan 4,1 %
6. Terpapar matahari 3,5 %


Wanita
1. Merokok 15,6 %
2. Kegemukan 6,9 %
3. Infeksi 3,7 %
4. Terpapar matahari 3,6 %
5. Sedikit makan buah dan sayur 3,4 %
6. Alkohol 3,3 %

Sumber: Ghiboo.com (Berbagai Sumber), Senin, 11 Desember 2011

Linked Posts:
Penyakit Kanker | Kebiasaan Yang Memperburuk Kesehatan | Kebiasaan Tidak Sehat Setelah Makan |Bahaya Merokok
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 08.26

Lebih Sehat Tanpa Merokok


Apa yang Terjadi dalam Tubuh Ketika Berhenti Merokok?

Anda termasuk perokok berat dan berniat berhenti? Ternyata, tubuh Anda pun mendambakan hal itu segera terjadi. Dalam keadaan berhenti merokok, tubuh akan merespons secara positif dengan cepat.

Aulia Sani, mantan direktur RS Harapan Kita ini, mengungkapkan hal-hal yang terjadi dalam tubuh kita begitu terbebas dari racun yang ada pada rokok. Aulia menggambarkan dalam 20 menit tanpa rokok, perubahan signifikan terjadi di jaringan organ penting manusia. “Tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah tepi membaik.”

Lantas, apa manfaatnya dalam waktu yang lebih lama? Kalau bisa bertahan sampai 12 jam tak merokok, karbonmonoksida di dalam darah kembali normal. “Sistem aliran darah membaik dan fungsi jantung dapat meningkat,” ujar Aulia, yang kerap menjadi pembicara seminar.

Nah, agar lebih yakin dengan motivasi berhenti merokok, coba periksa dengan tes ketergantungan nikotin di bawah ini:
Pertanyaan

1. Berapa batang rokok yang Anda isap setiap hari?
Jawaban:
A. 10 atau kurang
B. 10-20
C. 21-30
D. 31 atau lebih
Skor
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3

2. Berapa lama setelah bangun tidur Anda merokok?
Jawaban:
A. Dalam 5 menit
B. 6-30 menit
C. 31-60 menit
D. Setelah 60 menit
Skor
A. 3
B. 2
C. 1
D. 0

3. Apakah Anda kesulitan menahan diri untuk tidak merokok di tempat-tempat yang dilarang?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

4. Apakah Anda merokok lebih sering pada jam pertama setelah bangun tidur dibandingkan pada waktu lain?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0

5. Pada saat kapan keinginan merokok yang sulit ditahan dan dihilangkan?
Jawaban:
A. Batang pertama di pagi hari
B. Waktu lain
Skor
A. 1
B. 0

6. Apakah Anda tetap merokok saat Anda sakit berat yang membutuhkan bedrest?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0
Skor            Ketergantungan
0-3 poin      Ringan
4-6 poin      Sedang
7-10 poin    Tinggi

Keterangan:
Ringan: Level ketergantungan Anda terhadap nikotin rendah. Sebaiknya, cobalah berhenti dari sekarang sebelum ketergantungan Anda semakin meningkat.

Sedang: Anda memiliki level ketergantungan menengah terhadap nikotin. Berhentilah sekarang untuk terbebas dari ketergantungan.

Berat: Anda tidak dapat mengontrol kebiasaan merokok. Sebaliknya, rokoklah yang mengatur Anda. Saat memutuskan berhenti merokok, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Anda akan mendapatkan terapi pengganti nikotin atau terapi lain yang dapat membantu Anda melepaskan diri dari ketergantungan terhadap nikotin.

(Sumber: Fargerstorm Tolerance Questionnaire Br J Addict 1991)
Sumber: Republika.co.id, Rabu, 11 Januari 2012

Linked Posts:
Hukum Merokok | Bahaya Merokok |  Larangan Merokok Di Kereta |   7 Gejala Perokok |  Asap Tembakau Sebabkan Kerusakan Dini Paru-paru |   Kanker Paru-paru |
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 08.10

Kesehatan Jantung

Yuk, Sayangi Jantung Kita

Jantung adalah organ vital bagi manusia. Organ sebesar kepalan tangan ini bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam aliran darah ini terkandung oksigen dan nutrisi untuk seluruh tubuh. Namun sayangnya, gaya hidup saat ini justru merusak kerja jantung. Gaya hidup tidak sehat menyebabkan tiap orang memiliki risiko yang sama untuk terkena penyakit jantung.

Untuk mencegah hal ini, Pauline Endang Praptini, spesialis gizi klinik RSUP Fatmawati, yang ditemui beberapa waktu lalu, mengungkap sejumlah tips agar jantung kita tetap sehat. Berikut di antaranya:

Pola pikir sehat
Ini terletak pada kecerdasan seseorang mengatur emosi. “Jangan mudah marah,” ungkap Pauline. Karena saat seseorang sedang marah hormon akan bekerja lebih keras, tekanan darah juga naik akibatnya lebih mudah terkena serangan jantung. “Ada kenalan saya usianya 48. Sebelumnya dia sudah ada riwayat jantung. Pada suatu hari dia marah tak terkendali dan langsung meninggal karena stroke.”

Istirahat cukup
Pauline menyarankan tidur yang cukup. “Tidur adalah istirahat tak tergantikan. Tidak bisa menggantikan waktu tidur dengan menonton televisi misalnya. Karena saat tidur sel – sel yang rusak diperbaiki secara alami oleh tubuh.” Oleh karena itu jika seseorang tidak cukup tidur maka metabolisme orang tersebut akan terganggu.

Olahraga
Ini menjadi satu-satunya saran Pauline untuk aktivitas sehat. “Tentunya olahraga yang cukup dan rutin.” Pauline menyarankan olahraga empat sampai enam kali seminggu. “Cukup empat puluh lima menit sampai satu jam. Tidak perlu terlalu lama.”

Pola makan sehat
Pauline menyebutnya sebagai 3 J, “Terdiri atas jumlah, jenis, dan jadwal.” Pauline menyarankan untuk memulai hari dengan sarapan. “Kalau sarapan mungkin cukup dengan nasi, sayur, dan lauk seadanya. Tapi kalau tidak sarapan begitu sampai di kantor kita beli gorengan. Dalam gorengan kolesterolnya tinggi terutama yang digoreng dengan jelantah. Atau, begitu makan siang, makanan satu meja dimakan semua.” Pengaturan jadwal makan akan memperingan kerja lambung dan memperkecil resiko diabetes. “Karena kita makan sesuai porsi. Porsi makan sebaiknya kecil tapi sering. Selain itu, semakin tua porsi makan kita akan semakin sedikit.” Jadwal makan ideal adalah, tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan.

Awas karbohidrat
Pauline menyarankan pengaturan karbohidrat untuk pola jenis makanan. “Karena karbohidrat adalah sumber energi utama. Satu gram karbohidrat menghasilakn energi empat kilo kalori. Terdiri atas dua jenis yaitu sederhana dan kompleks. Jumlah paling banyak untuk dikonsumsi adalah 55 sampai 65 persen dari kalori total. Lebih menguntungkan mengkonsumsi karbohidrat kompleks.”

Tidak merokok
Bisa dipastikan merokok bakal berdampak buruk pada kesehatan kita.

Sumber: Republika.co.id,  Senin 9 Januari 2012

Linked Posts:
Penyakit Jantung | Serangan Jantung |  Jantung KoronerBahaya Kolesterol Tinggi |   Mengobati Masalah Jantung
======================================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.

Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Klik Selanjutnya
 
AGEN PROPOLIS
Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Propolis Untuk Masalah Jantung | Propolis Stop Cuci Darah gagal Ginjal | Propolis Gagalkan Amputasi Diabetes |
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 09.05
thumbnail

BAHAYA MEROKOK ! --- Jauhi Merokok !

BAHAYA MEROKOK ! --- Jauhi Merokok !

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa merokok selain menyebabkan kecanduan juga menyebabkan banyak gangguan kesehatan, seperti kanker, impotensi, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, ginjal, efek buruk bagi kehamilan dan janin, dan masih banyak lagi.

Bila melihat sejarahnya, merokok untuk pertama kalinya dilakukan oleh suku bangsa Indian di Amerika. Merokok oleh bangsa Indian dilakukan untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Selanjutnya pada abad ke 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kebiasaan merokok kemudian mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tetapi, berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan. Sampai akhirnya pada abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

Racun pada Rokok

Dalam sebatang rokok terkandung sekitar 4000 macam zat kimia. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok.

Dari sekitar 4000 macam zat kimia yang ada dalam rokok , setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan manusia. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

  • Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
  • Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
  • Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Efek Racun

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):

Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.

Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.

Ajakan

Kenapa kita harus berhenti merokok ? Karena …..

Merokok jelas-jelas menyebabkan banyak gangguan kesehatan, tidak hanya bagi perokok itu sendiri tapi juga orang-orang disekitarnya, seperti yang sudah banyak dibuktikan oleh para peneliti. Banyak fakta juga menunjukan bahwa merokok membebani ekonomi keluarga untuk tujuan yang tidak produktif.


Jadi … kalau anda sayang pada diri anda sendiri, sayang pada keluarga, peduli dengan orang-orang sekitar anda, dan juga lingkungan anda ….. Berhentilah Merokok !

Jauh lebih baik anda membelanjakan uang anda untuk hal-hal yang membuat anda lebih sehatbaik jasmani maupun rohani.

Baca juga info kesehatan8 Kebiasaan Yang Merusak / Memperburuk Kesehatan

Simak Puisi dari Taufik Ismail "TUHAN SEMBILAN SENTI"

Linked Site : PROPOLIS | Obat Propolis


Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 09.18