Solusi Insomia? Coba Kompres Dengan Air Dingin Sewaktu Tidur

TRIBUNNEWS.COM - Apa yang Anda lakukan ketika mengalami insomnia? Mungkin Anda akan berusaha membuat diri mengantuk dengan menonton acara yang norak di televisi, membaca buku yang membosankan, hingga minum obat tidur.

Tetapi ada cara lain untuk mengatasi sulit tidur ini, kompres kepala Anda dengan air dingin.

Para dokter dari University of Pittsburgh School of Medicine melakukan suatu eksperimen untuk mengatasi pasien yang menderita insomnia. Sebanyak 12 pengidap insomnia primer (yang mengalami kesulitan tidur akibat stres) dan 12 pasien dengan kesehatan yang terkontrol, diberi tudung plastik yang berisi air dingin di kulit kepala dan dahi. Sebab, pengidap insomnia diketahui memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi daripada mereka yang tak punya gangguan tidur.

Nah, tudung ini rupanya menurunkan suhu prefrontal cortex, bagian otak yang mendorong untuk tidur lelap. Akibatnya, aktivitas otak melambat, dan mendorongnya untuk beristirahat.

Setelah mengenakan tudung khusus tersebut, para pengidap insomnia ini tertidur dengan cepat. Mereka hanya butuh 13 menit untuk tertidur, yang artinya bahkan lebih cepat daripada pasien yang sehat (yang membutuhkan rata-rata 16 menit untuk terlelap). Kedua kelompok responden ini juga menghabiskan 89 persen dari waktu mereka di tempat tidur untuk tertidur lelap.

"Penemuan paling berarti dari studi ini adalah bahwa kita bisa mendapatkan dampak yang menguntungkan bagi penderita insomnia melalui mekanisme yang aman, dan mudah disediakan di rumah," papar Dr Eric Nofzinger, salah satu tim peneliti.

Meskipun demikian, ide memakai headcap berisi air dingin ini mungkin tidak semudah kedengarannya. Misalnya, seberapa dingin suhunya? Selain itu, kebanyakan dari kita tentu merasa tidak nyaman saat menempelkan sesuatu yang dingin pada kepala, apalagi di tempat tidur.

Dalam penelitian dua tahun sebelumnya, para spesialis masalah tidur di Inggris pernah menyarankan cara yang lebih simpel untuk mendinginkan tubuh. Menurut profesor Jim Horne dari Loughborough University, Anda bisa meletakkan kipas angin di samping tempat tidur untuk menghembuskan udara dingin ke arah muka. Begitu darah yang dingin dari pipi mengalir ke jantung, darah akan mengalir sepanjang arteri sambil membawa darah yang lebih hangat ke arah lain dari otak.

"Darah yang lebih dingin memasuki otak, dan menyebabkan tidur yang lebih nyenyak. Anda hanya butuh sedikit hembusan angin ke arah wajah," paparnya.

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 08.18

Pengusaha Menantang Resiko , Karyawan Menghindari Resiko

Banyak orang yang mencoba untuk berwiraswasta, tak semuanya berhasil. Pendiri Grup Saratoga dan Recapital Sandiaga Uno menceritakan rahasia suksesnya.

Pengusaha muda yang juga orang terkaya nomor 27 di Indonesia ini menekankan bahwa sikap mental adalah modal utama bagi calon pengusaha. Sikap mental ini harus dimiliki pengusaha dan calon pengusaha yang ingin berhasil.

Pertama, seorang wirausahawan harus punya pola pikir seperti pengusaha. "Mereka harus punya paradigma yang positif dan optimis," kata Sandiaga saat ditemui Yahoo! di kantornya, 26 April lalu.

Sandiaga sendiri mulai berwiraswasta setelah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja pada 1997. Untuk memulai usaha, modal bukan hal yang dinilai penting oleh Sandiaga. Tabu baginya untuk berkata "saya mau mulai berusaha tapi tak ada modal".

"Kuncinya adalah kemauan. Begitu kemauan ada, harus ada keberanian," kata dia. Keberanian tersebut akan menjadi modal yang paling utama dengan dukungan ide, rencana mencapai kesuksesan, kemampuan berjejaring dan kepercayaan dari kolega bisnis.

Dengan rangkuman bisnis yang solid tersebut, Sandiaga percaya, bukan pengusaha yang akan mencari modal melainkan modal yang akan menghampiri. Saat mengawali usahanya, Sandiaga mengakui bahwa menjalin usaha memang sangat sulit. Pernah selama enam bulan dia tak mendapatkan satu klien pun. "Sulit sekali mendapatkan kepercayaan dari investor," kata dia.

Seorang pengusaha juga harus mengubah paradigmanya, bukan lagi sebagai karyawan yang menggantungkan hidupnya dari gaji bulanan. Kondisi terjamin itu membuat karyawan tak suka mengambil risiko. Padahal, seorang pengusaha harus berani mengambil risiko.

"Pengusaha jatuh bangun karena bisnis memang penuh risiko," kata dia. Sandiaga menekankan bahwa kesuksesan tak pernah instan. Kesuksesan hanya dapat dicapai dengan kerja keras dan pantang menyerah.

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 14.56

Robin Hood: "Waktunya Belajar Mengurus Diri Sendiri"

Cerita berikut merupakan kutipan dari buku Robert Kiyosaki yang berisi pesan agar setiap orang hendaknya mengurus diri sendiri bukan berharap pada pemerintah ataupun seseorang yang seperti robin hood.

My poor dad believed strongly in the idea that the government should take care of people from cradle to grave. He loved the story of Robin Hood, a man who stole from the rich and gave to the poor. 

 

My rich dad believed we should take care of ourselves. He didn’t want a government handout. He believed there were too many government workers, public servants who were Robin Hoodlums, only serving themselves and stealing from the people. 

 

As the ripples of this financial crisis spread, the number of public servants who are really Robin Hoodlums is revealed. It’s now dawning on us, the taxpayers, how much our public servants have been Robin Hoodlums serving themselves. 

 

An article in The Week entitled “The Pension Time Bomb” states that the shortfall in government pensions is $3.4 trillion—more than double this year’s federal deficit. Seven states, including Illinois, Connecticut, and Louisiana, are expected to exhaust their pension fund by the end of this decade. More than half the states will be out of money by 2027. 

 

To make matters worse, government pensions take priority over keeping state governments running. This means that pensions are protected and must be paid. Even when a municipality declares bankruptcy, pensions are paid. This means pensioners get paid even if police, firefighters, and schoolteachers don’t get paid. In other words, our retired public servants get paid even if the government goes bankrupt. This is not stealing from the rich—this is stealing from the people they’re supposed to serve. 

 

This makes my blood boil and is a reason why I wrote Rich Dad Poor Dad in the first place. In a few years, the world will realize how greedy and self-serving so many public servants have been. Many aren’t there to serve the people—they’re there to serve themselves. They sought out government jobs not to serve the people but for job security and life-long benefits. Now as our country is going broke, they still get paid. 

 

In Yonkers, New York, taxpayers were outraged to find out that police officers were able to retire in their forties and collect six-figure incomes. For example, former police officer Hugo Tassone retired at age 44 with a $101,333 pension. Edward A. Stolzenberg, a retired hospital administrator in Westchester, New York, collects $222,143 annually. These guys are Robin Hoodlums. They take more than they give. They steal from all of us. 

 

As a child, it angered me to hear teachers and public servants like my poor dad criticize the rich, calling them “greedy.” I always suspected that it was the public servants in government that were the greedy ones. Now, as this crisis reveals just how much our public servants have been feathering their own pockets, I realize my suspicions were true. 

 

The tragedy is that it’s the government workers cheating the system that continue to be protected by it. Since their retirements are protected, it means the taxpayers will continue to pay their feathered retirement nests for life while receiving reduced government services. To make matters worse, now that these excesses are being revealed, it means new government workers will be paid even less, which means lower quality government workers in the future. 

 

There’s an old saying that goes, “Thank God we don’t receive all the government we pay for.” It seems we’ll be paying for government we didn’t receive for years, at least until this current batch of public servants pass on to the big bureaucracy in the sky. 

 

For all supporters of COR, I suggest you learn to take care of yourself and not expect the government to take care of you. This is why in 1973, when I returned from Vietnam, I decided to listen to my rich dad and become an entrepreneur and not my poor dad who suggested I become a government employee like him. 

 

I know we need government employees. I know government workers perform many vital services. I just didn’t want to be one of them. I didn’t want to adopt the attitude of my poor dad, a man who believed the government should take care of him for life. I couldn’t look at myself in the mirror knowing I was taking from the very people I was supposed to be serving. This is why I’m an advocate of financial education and learning to take care of yourself so that you don’t have to take from others. 

 

Thank you for supporting COR. 

 

Cerita berikut merupakan kutipan dari buku Robert Kiyosaki yang berisi pesan agar setiap orang hendaknya mengurus diri sendiri bukan berharap pada pemerintah ataupun seseorang yang seperti robin hood.

Robert Kiyosaki 

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 11.44

Satu Pesan Beda Efek (Semua Karena Persepsi)

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Sebelum meninggal, ayah mereka berpesan dua hal :

"Jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu"
"Jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari."

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :

"Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak."


Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang ibupun bertanya hal yang sama.

Jawab anak sulung :

"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama."

Bagaimana dengan anda ?

Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita .. pilihan ada di tangan kita.

Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa.
Mengubah diri Anda sendiri, biasanya merupakan cara terbaik untuk merubah orang.
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 10.32

Pinjaman Konvensional VS Pinjamana Rekening Koran

Bila sebuah Bank atau lembaga keuangan atau teman sendiri menawarkan pinjaman kepada anda. Apa yang harus anda perhatikan dalam mengambil keputusan mengenai tawaran tersebut ?

Banyak pengusaha melihat faktor Bunga dan tempo pembayaran. Artinya semakin rendah bunga dan panjang tempo kreditnya maka tawaran pinjaman tersebut manarik untuk digunakan.

Tidak salah pendapat di atas. Namun hanya mengandalkan dua faktor tersebut tidaklah tepat. Satu faktor yang harus diperhatikan adalah cara mengangsur. Cara mengangsur ini yang sebenarnya sangat berpengaruh langsung terhadap kondisi keuangan anda.

Cara mengangsur Konvensional.

Cara mengangsur konvensioanl adalah angsuran yang dibayarkan setiap bulannya, yang terdiri dari dua pos yaitu cicilan pokok utang dan bunga. Pinjaman ini biasanya dikenakan oleh bank untuk pinjaman modal kerja dan pinjaman konsumtif.

Mari kita lihat efek angsuran konvensional ini pada laba rugi dan cash flow anda. Misalkan : Pak A meminjam di bank dengan bunga 12 % per tahun dengan suku bunga tetap. Dalam satu bulan Pak A harus membayar cicilan sebesar 2.000.000 untuk cicilan pokok dan bunga sebesar 500.000. Jadi selama satu bulan ada outcashflow yang keluar dari kantung pak A sebesar 2.500.000 rupiah.

Apa efeknya terhadap laba rugi ? Efeknya hanya tampak biaya bunga di sana.
misal :

Pendapatan penjualan 30.000.000

Harga Pokok Produksi 25.000.000

Laba kotor 5.000.000

Biaya tetap 2.000.000

Biaya variabel 1.000.000

Biaya bunga 500.000

Laba bersih 1.500.000

Nah bagaimana dengan posisi cashflow operasional usaha Pak A ?

Kas masuk

Penjualan 30.000.000

Kas Keluar

Beli material 25.000.000

Bayar pokok utang 2.000.000

Biaya tetap 2.000.000

Biaya variabel 1.000.000

Biaya bunga 500.000

Sisa cashflow - 500.000

dari simulasi sederhana di atas artinya usaha Pak A mengalami defsisit cash
flow sebesar 500.000 dalam bulan itu.

Cara angsur Rekening Koran ( R/K )

Rekening koran merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Bank kepada debitur. Kelebihan dari fasilitas pinjaman ini adalah bunga yang dikenakan hanya untuk berapa besar yang digunakan dari plafond kredit yang diberikan. Misalnya, anda diberikan plafond sebesar 100 juta, namun hanya digunakan sebesar 50 juta , maka bunga yang dikenakan hanya pada pinjaman sebesar 50 juta, bukan 100 juta.

Normalnya, anda pun perlu membayar cicilan pokok dan bunga dalam mengangsur. Namun bila kondisi keuangan belum memungkinkan, anda boleh membayar bunga nya saja.

Mari kita lihat simulasi sederhana untuk kasus Pak A di atas.

Apa efeknya terhdap Laba rugi ?

Tidak ada efek yang berbeda dengan penggunaan cara angsur konvensional.

Hasilnya sama.

Bagaimana dengan cashflow atau aliran kas operasional ?

Nah kalau yang ini jelas memiliki efek atau dampak yang berbeda dari cara
konvensional. Mari kita lihat

Kas masuk

Penjualan 30.000.000

Kas Keluar

Beli material 25.000.000

Biaya tetap 2.000.000

Biaya variabel 1.000.000

Biaya bunga 500.000

Sisa cashflow 1.500.000

Jika menggunakan cara konvensional, terdapat negatif cashflow sebesar 500ribu, maka dengan mengunakan fasilitas pinjaman R/K, cashflow menjadi positif. Kok bisa ? Bisa, Karena anda tidak wajib membayar pokok pinjaman. Anda hanya membayar bunganya saja, bila kondisi keuangan anda tidak memungkinkan.

Sekali lagi , jika ada penawaran pinjaman dari kreditur, saran saya perhatikan juga cara mengangsur. Pilihlah cara angsur seperti rekening koran. Cara ini cocok digunakan bagi anda yang baru saja memulai usaha.
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 08.25

Ilmu Dan Ketrampilan Bisnis

ADA banyak alasan mengapa kita memulai bisnis. Namun ada tiga alasan utama yang membuat kita mau memulai bisnis. Tiga alasan itu adalah Financial Freedom, Passive Income, dan More Time.

Financial Freedom,

kita memulai bisnis karena keinginan kita untuk terbebas dari masalah keuangan dan keterbatasan kemampuan keuangan. Kita ingin mampu memiliki segala sesuatu sesuai dengan keinginan, misalnya ingin membeli rumah bagus, kendaraan, atau baju bagus tanpa harus menunggu saat ada diskon. Atau ingin makan di restaurant favorit bersama keluarga dan bebas memilih makanan kesukaan tanpa harus melihat besaran angka yang ada di sebelah kanan menu yang kita inginkan.

Passive Income,

dengan memilili bisnis kita membayangkan akan memiliki penghasilan tanpa harus selalu bekerja untuk mendapatkannya. Kita ingin bisnis yang kita miliki mengirimkan uang secara terus menerus. Ingin memiliki pendapatan yang terus mengalir selagi kita berlibur, selagi kita bepergian, bahkan kalau perlu selagi kita tidur.

More Time,


hampir sebagian besar orang yang memulai bisnis membayangkan akan memiliki waktu yang lebih fleksibel. Tidak seperti ketika masih menjadi pekerja yang sangat terikat dengan aturan dan disiplin, harus masuk sesuai jam kerja lima hari dalam seminggu, bahkan kadang - kadang harus masuk di hari libur. Dengan memiliki bisnis sendiri kita berharap bisa berlibur kapan saja, mengantar dan menjemput anak ke sekolah, pulang kampung (buat saya sesuatu yang istimewa), atau mau melakukan apapun kapan saja tanpa harus izin sakit, izin ke ini, izin ke itu yang tidak menyenangkan sama sekali.

Setelah kita memulai berbisnis, hampir semua entrepreneurs yang saya jumpai dan termasuk saya tentunya pada awal - awal saya berbisnis, bukannya mendapatkan tiga hal di atas malah justru semakin jauh dari yang kita harapkan. Bukan Financial Freedom yang kita dapatkan malah semakin hari semakin banyak utang yang kita gali, bisnis seolah-olah tak pernah henti-hentinya membutuhkan tambahan modal.
Bulan lalu kita menyuntik dana, bulan ini tak terhindarkan lagi kita harus mencari utang kesana kemari untuk menutupi cash flow, kalau tidak kita tutupi maka karyawan tidak gajian, maka supplier tidak akan mengirimkan lagi barangnya kepada kita, dan begitulah terus tanpa ada hentinya sehingga hutang semakin dalam.

Passive Income? Kita sudah lupa lagi bahwa kita pernah membayangkan memiliki passive income dari bisnis, karena setiap hari kita selalu disibukkan dengan berbagai persoalan. Bulan lalu penjualan merosot sehingga bulan ini kita harus fokus untuk membenahi penjualan. Ketika penjualan mulai kita tangani dan membaik muncul masalah piutang yang membengkak sehingga cash flow kita terganggu. Besok, inventory kita yang terlalu tinggi dan macet di gudang, dan lagi- lagi cash flow selalu menjadi masalah.

Kita jadi frustasi karena tim kita sangat tergantung dengan kita, tidak bisa memutuskan sendiri, tidak ada inisiatif, harus selalu kita kejar-kejar, bahkan banyak perintah-perintah kita yang tidak berjalan atau tidak dijalankan. Bukannya passive income yang kita dapat tetapi very very very active income yang ada.

Setelah berbisnis, bukan More Time atau waktu berlebih yang kita dapatkan, kita bahkan sudah tidak bisa lagi pulang sore seperti ketika kita menjadi pegawai dulu. Sabtu dan minggu kadang kadang harus mengurusi bisnis, waktu untuk keluarga terganggu, libur menjadi barang mahal bagi kita. Ketika menjadi pegawai, kita senang kalau ada tanggal merah. Namun, setelah jadi entreprenuer justru sebaliknya, sebal kalau ada tanggal merah, karena yang lain libur kita tetap memikirkan pekerjaan sendirian.

Banyak entrepreneur yang kehilangan orientasi dalam berbisnis karena semakin peliknya situasi, semakin dalamnya permasalahan dan semakin kompleksnya proses bisnis yang dihadapi seiring dengan bertumbuhnya bisnis yang dimiliki. Umumnya entrepreneur memulai bisnis dengan bekal semangat dan mimpi besar, dan terus demikian semakin lama bisnisnya bertumbuh tanpa mengimbangi dirinya dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam berbisnis secara memadai.

Kalau kita lihat berbagai profesi yang ada dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, menjadi dokter, pengacara, dosen, guru, bahkan tukang kayu, tukang las, ataupun pengemudi, semuanya memerlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. Pengemudi perlu pengetahuan tentang jalan-jalan, pengetahuan tentang kendaraan yang dibawanya, dan juga perlu keterampilan dalam mengemudi, menghadapi kemacetan, melewati jalan menanjak, dan memberhentikan kendaraannya dengan aman.

Demikian juga dengan entrepreneur, kita tidak dapat membangun bisnis sesuai dengan keinginan kita tanpa pengetahuan dan keterampilan, membangun bisnis yang menjadi mesin pencetak uang bagi kita, bisnis yang jalan tanpa setiap saat mengharuskan kehadiran kita, dan bisnis yang bisa mengantarkan kita meraih impian-impian kita.

Pengetahuan dan Keterampilan, itulah kuncinya. Menjadi entrepreneurs dituntut untuk selalu menuntut ilmu dan belajar, tidak hanya belajar dari pengalaman kita sendiri tetapi juga harus belajar dari pengalaman orang lain, dengan membaca buku, majalah, atau mencari mentor dari entrepreneur yang sudah berhasil membangun bisnis. Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki sebagai entreprenuer kita akan terhindar dari berbagai persoalan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 01.22

Jangan Takut Berbeda!

Sebagai manager HRD di sebuah perusahaan swasta, tahukah anda tugas apa yang membuat saya bosan setengah mati? Ya, kalau anda pernah bekerja di bagian HRD mungkin anda bisa menebaknya, yaitu membaca CV dan dokumen lamaran lainnya.

Bagaimana tidak bosan, satu lowongan kerja saja bisa mendatangkan ratusan pelamar kerja. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, ketika perusahaan kami membuka 9 lowongan kerja. Tebaklah berapa jumlah dokumen lamaran yang sampai ke bagian HRD kami? 2452 dokumen!

Lalu apa yang harus kami lakukan dengan pelamar sebanyak itu? Memilih secara acak diantara dua ribu orang lebih? Terlalu riskan. Mengundang semuanya untuk wawancara? Terlalu makan waktu, manajemen senior hanya memberikan waktu 2 minggu.

Akhirnya seorang rekan mencetuskan sebuah ide yang (menurut saya) agak “jahat”, yaitu cukup dengan melihat CV mereka saja. Intinya adalah CV yang tidak menarik dan tidak sedap dipandang mata, langsung kami buang ke tong sampah. Wow, kejam sekali!

Tapi itulah yang kami lakukan mulai saat itu dan seterusnya, hanya menilai buku dari sampulnya. Yah, mau bagaimana lagi, kami sudah tidak tahu cara yang lebih baik. Lagi pula cara ini terbukti efektif dan efisien. Kami berhasil mendapatkan orang-orang berkualitas selama bertahun-tahun menerapkannya.

Sepanjang karir saya selama memeriksa dokumen lamaran, hanya ada tiga dokumen lamaran yang benar-benar saya ingat. Yang lainnya memang bagus, tapi yang tiga inilah yang paling unik dan berbeda (sehingga masih saya ingat sampai sekarang).

Yang pertama berupa sebuah brosur. Bukan brosur sembarangan dan yang biasanya dicetak hitam putih. Tapi sebuah brosur yang sangat bagus sekali, dengan kertas yang berkualitas dan dicetak full-color! Hebat, orang ini sungguh serius sekali.

Yang kedua hanya sebuah dokumen CV biasa. Yang membuatnya berbeda adalah CV ini dikirimkan dengan menggunakan jasa FedEx. Karena mengira itu dokumen penting, dokumen itu sampai ke meja saya dengan mulus dan langsung saya baca. Dalam hal merebut perhatian saya, CV ini telah mengalahkan ratusan CV yang lain.

Yang ketiga adalah CV yang menyertakan sebuah hyperlink ke sebuah situs pribadi. Yang sungguh mengagumkan adalah CV itu tidak berkata banyak selain membuat saya penasaran untuk mengunjungi situs tersebut. Dalam situs itu ada rekaman video singkat tentang mengapa saya harus memberinya pekerjaan. Inilah yang disebut berusaha ekstra untuk sebuah CV!

Kesimpulannya: Jangan takut untuk melawan arus. Lain kali anda menuliskan CV anda, buatlah yang berbeda dan unik. Jangan dengarkan suara dan ketakutan “orang yang biasa-biasa saja”. Jadilah berani untuk tampil beda, karena itulah yang akan memudahkan kami untuk mengingat anda dan menerima anda bekerja di perusahaan kami.
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 21.11

Mengatasi Rasa Malas atau Penundaan [TDW]

Satu hal yang paling menghambat perkembangan manusia untuk meraih
kesuksesan dalam hidup adalah senangnya mereka menunda sesuatu

Bahkan mereka lebih memilih, sampai keadaan kritis terlebih dahulu baru
bertindak , dan terkadang ini akan terlambat.

Coba Anda pikirkan jika Anda bisa Mengatasi Rasa Malas atau Penundaan , tentunya sekarang Anda sudah
terus bekerja keras meraih cita-cita atau impian Anda, sehingga kelak
nanti saat sudah sukses, Anda tidak akan terlambat saat orang tua Anda
ingin berobat, atau membayar biaya masuk sekolah anak Anda nantinya.
Atau bahkan untuk kebutuhan pribadi Anda sendiri, seperti membeli rumah

Belum lama ini TDWClub melalui salah satu penulisnya Tung Desem Waringin,
mengupas tentang 11 alasan mengapa seseorang menunda melakukan sesuatu
dan bagaimana caranya kita bisa menang terhadap hal tersebut, dalam eBook "How to Destroy Procrastination in Life BLUEPRINT".

Dan untuk kali ini, jangan Anda menunggu besok atau minggu depan, segera Anda
pelajari dan tuai keajaiban demi keajaiban dalam hidup Anda, karena Anda tidak
menunda dan terus bergerak maju untuk mencapai cita-cita Anda

Jangan menunda lagi sekaranglah saatnya Anda belajar Mengatasi malas dan menghilangkan penundaan !

follow facebook TDWClub : Facebook TDWClub
follow twitter TDWClub : Twitter TDWClub
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 09.31

Enyah Kaw Pikiran Buruk!!! (SUKSES = TUJUAN)

Apapun yang ingin Anda capai dalam kehidupan ini sesungguhnya bisa Anda wujudkan, hanya dengan menyadari pola perilaku yang membentuk dasar kehidupan Anda. Kesadaran yang saya maksud adalah memperhatikan segalanya. Anda perlu menyadari dampak dari kata-kata yang Anda gunakan, pemikiran Anda, maupun gambaran yang ada di dalam kepala Anda. Selain itu, sadari juga label yang Anda sematkan pada orang lain, penilaian Anda terhadap orang lain. Melalui pengembangan kesadaran diri ini, Anda
akan mampu mencegah pemikiran yang menghalangi pencapaian tujuan.

Pikiran Anda menggerakkan hidup Anda, serta memiliki potensi untuk membantu Anda atau menghambat Anda dalam mencapai kebahagiaan hidup. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan pola pikir yang memungkinkan Anda tetap berpandangan sehat dan realistis terhadap kehidupan. Cobalah untuk selalu mencari aspek positif dalam setiap situasi yang Anda hadapi. Anda akan terkejut mendapati bahwa Anda mampu
melakukan sesuatu yang Anda pikir sebelumnya tidak mampu Anda lakukan. Biasanya, ketakutan terhadap kegagalan yang menghambat kita.

Mempercayai pikiran sendiri sangatlah penting, tetapi pola pikir yang merusak, yang telah menjadi kebiasaan akan mempengaruhi kualitas hidup Anda.

Cobalah lihat POLA PIKIR MERUSAK seperti berikut ini:

Menyingkirkan Hal Positif: saya tidak pantas untuk sukses, saya bukan keturunan orang kaya.

Menonjolkan Hal Negatif: saya tidak pernah bisa bangkit sukses,
kegagalan ini memang takdir saya selamanya.

Rasa Marah Berlebihan: jika saya tidak berhasil meraih tujuan ini, berarti saya tidak akan pernah mencapai tujuan apapun.

Menganggap Ditakdirkan Buruk: setiap kemunduran yang saya alami, selalu membuat kehancuran tak terelakkan.

Cenderung Berangan-angan: seandainya keadaannya berbeda, mungkin semuanya akan baik-baik saja.

Sejarah Negatif Pasti Berulang: kalau pernah gagal sekali, pasti dikedepannya nanti akan terjadi kegagalan lagi.

Dengan memahami cara kerja pikiran Anda dalam menyimpan dan mengakses informasi, maka Anda dapat memanfaatkan kekuatan pikiran Anda yang sejatinya memang berkekuatan SUPER ini, untuk mencapai kebahagiaan hidup seperti keinginan Anda. Oleh karena itu, Anda harus memahami respons terkondisi dalam hidup Anda. Sejak lahir, bahkan sejak di dalam kandungan ibu Anda, hingga sekarang ini, pastilah Anda menerima pengaruh dari lingkungan hidup Anda, mulai dari orang tua Anda, keluarga, teman bermain, teman kerja, guru, media masa, cerita sinetron, dan masih banyak pegaruh lainnya lagi. Semua pengaruh ini berperan dalam pembentukan jati diri Anda. Cobalah bertanya kepada diri Anda sendiri, bagaimana Anda menjadi seperti sekarang ini.

Kebanyakan orang menggunakan kisah masa lalu mereka sebagai alasan untuk mengulangi hasil serupa, yang dulu juga mereka peroleh. Jika kisah masa lalu itu tentang kesuksesan, hal itu bagus saja karena makin membangkitkan semangat meraih SUKSES. Namun jika kisah masa lalu itu mengenai kegagalan dan keterpurukan hidup, maka hal negatif semacam ini justru akan membuat mereka makin mengalami keterpurukan mental, yang pasti berakibat KEGAGALAN.

GAGAL di masa lalu, TIDAK BERARTI Anda akan gagal di MASA DEPAN. Anda tidak perlu menyimpan pola perilaku negatif yang berulang-ulang. Bukan berarti Anda harus menghapus kenangan penting di masa lalu. Anda hanya perlu memikirkan hal-hal yang menghambat kemajuan Anda, kemudian belajar dari pengalaman itu, dan mengambil langkah positif untuk membuat pilihan berbeda yang tentunya jauh lebih baik untuk mencapai TUJUAN Anda.

Penting selalu dipahami, bahwa Anda membutuhkan RENCANA untuk mencapai TUJUAN. Sudah disepakati bahwa TIDAK ADA SUKSES TANPA PERENCANAAN. Titik Awal dan Titik Akhir TUJUAN yang Anda rencanakan, akan menentukan RUTE KESUKSESAN. Jika Anda mengenali Tujuan Anda, maka Anda akan mencapainya!

"Peluang dilewatkan oleh orang-orang, karena peluang terbungkus seluruhnya dan tampak seperti pekerjaan," demikian kata Thomas A. Edison.

Dari Milis IEU-2002 Wuryanano
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 21.50

Ada Utang Baik Dan Utang Buruk Loh

Memang sulit untuk 100% terbebas dari utang. Tapi bila Anda terpaksa berutang, pilihlah utang yang baik agar hidup Anda tak merana.

Menurut Eric Gelb, CEO Gateway Financial Advisors dan penulis buku Getting Started in Asset Allocation, utang terbagi dalam dua jenis yaitu utang baik dan utang buruk. Lalu,apa yang membedakan keduanya?

UTANG BURUK
Yang masuk ke dalam jenis ini adalah berbagai utang yang sifatnya konsumtif. Misalnya:

Utang kartu kredit
Utang ini dianggap paling buruk karena mudah sekali didapat, tapi juga sarat' jebakan Batman'. Tinggal gesek, barang yang kita inginkan langsung terbeli. Namun, bunga tinggi yang diterapkan dan sistem pembayaran kita yang biasanya hanya minimum payment akan membuat utang membengkak sehingga memberatkan keuangan.

Pinjaman tanpa Agunan
Zaman yang kian modern telah melahirkan rentenir-rentenir gaya baru. Spanduk atau brosur bertuliskan bank atau suatu lembaga keuangan yang bisa memberikan pinjaman tanpa agunan dengan proses cepat dan mudah, mungkin sudah sering kali Anda lihat di jalan-jalan.
Jangan mudah tertipu, karena yang jenis ini pun termasuk utang buruk. Selain bunga yang ditawarkan sangat mencekik, ada syarat lain yang biasanya akan memberatkan di kemudian hari.

Simpan Pinjam
Anda tentu memiliki simpanan uang di tabungan berjangka atau asuransi untuk keperluan masa depan. Namun karena sedang butuh uang, dana tersebut Anda cairkan dengan niat akan dikembalikan segera.

Ini pun termasuk utang yang buruk. Mengapa, karena dana tersebut bukan diperuntukkan untuk kebutuhan jangka pendek, sehingga tidak disarankan untuk diutak-atik sebelum waktunya. Belum Anda pun bakal terkena penalti atas pencairan itu. Jika Anda butuh uang mendadak dan berniat mengembalikannya dengan cepat, lebih baik pinjam pada keluarga atau teman saja.

UTANG BAIK
Sedangkan yang masuk ke dalam jenis utang baik adalah pinjaman 'investasi' yang memberikan nilai tambah pada uang Anda. Misalnya :

KPR
Kependekan dari Kedit Pemilikan Rumah. Utang ini termasuk baik. Pasalnya harga rumah mahal dan cenderung naik terus. Dan untuk membeli rumah yang harganya luar biasa mahal itu, mau tak mau Anda memang harus meminjam uang ke bank dan membayar kembali dengan mencicil. Jangka waktu cicilan utang yang panjang pun (bisa mencapai 20 tahun) takkan membuat Anda rugi, karena harga rumah Anda akan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Pinjaman Sekolah
Mengapa pinjaman ini dianggap utang baik? Karena pendidikan merupakan investasi. Dengan menambah ilmu dan keterampilan, Anda pasti berharap mendapatkan kenaikan pendapatan yang bisa menutup utang tersebut. Namun, pinjaman sekolah ini juga bisa menjadi utang buruk, jika ijazah baru Anda tidak dihargai oleh tempat Anda bekerja.

Pinjaman Usaha
Pinjaman ini menjadi utang yang sangat baik. Apalagi, jika usaha yang dikelola dengan pinjaman tersebut memberikan keuntungan besar yang tak hanya bisa membayar utang tapi juga bisa memperkaya diri Anda. Namun jika usaha merugi, pinjaman baik ini pun bisa berubah menjadi utang buruk. Di sinilah diperlukan kepiawaian Anda dalam memutar roda usaha.

Ini hanya pemikiran umum mengenai utang baik dan buruk bagi sebagian besar orang yang kurang terampil dalam mengelola keuangannya. Tidak selamanya daftar utang buruk yang terdaftar di atas pastilah buruk begitu juga sebaliknya. Semuanya tergantung bagaimana anda mengelola utang tersebut. Pastikan terlebih dahulu utang tersebut akan membuat anda semakin miskin atau kaya.
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 11.33