Fokus Pada Tujuan


"Salah satu alasan begitu sedikit
orang yang meraih apa yang
diinginkannya adalah karena kita
tidak pernah fokus; kita tidak pernah
konsentrasi pada kekuatan kita.
Kebanyakan orang hanya mencoba-coba
berbagai macam jalan dalam hidup
mereka. Mereka tidak pernah
memutuskan untuk menguasai suatu
bidang khusus" -  Tony Robbins


Dear Sahabat,

Masih ingatkah Anda percobaan
membakar sebuah kertas dengan kaca
pembesar ketika masih sekolah dulu?
Kertas itu terbakar setelah kaca
pembesar berhasil memfokuskan sinar
matahari pada satu titik.
Kita pun demikian!

Manusia sebenarnya diciptakan Tuhan
dengan potensi yang tidak terbatas.
Tapi kenyataannya, sedikit saja orang
yang berusaha mencapainya. Kita
memang dapat melakukan apa saja,
tetapi kita tidak selalu dapat
mengerjakan semua.

Membiarkan orang lain memutuskan
agenda Sahabat dalam hidup ini, membuat
Sahabat tidak  fokus pada tujuan hidup.
Sahabat mungkin bisa menjadi orang yang
mengerjakan banyak hal, tetapi tidak
dapat menguasai sepenuhnya.
Sebaiknya hindari menjadi orang yang
mampu mengerjakan beberapa pekerjaan,
tetapi fokuslah pada satu keahlian.
Sahabat, bertumbuhlah untuk mencapai
potensi maksimal dengan cara:
   

  •   Fokus pada satu sasaran utama
       
  •   Fokus pada peningkatan yang
           berkesinambungan
  •   Fokus pada masa depan, bukan
           masa lalu


  • Fokus pada kekuatanmu dan kembangkan
    kekuatan itu. Di sanalah Anda harus
    mencurahkan waktu, energi dan sumber
    daya Anda. Teruslah bertumbuh dan
    tingkatkan diri. Dalam kepemimpinan,
    jika Sahabat berhenti bertumbuh,
    habislah Sahabat.


    by Anne Ahira
    Kumpulan Artikel
    Kumpulan Artikel Updated at: 11.09

    KENAPA RESIGN ? & KENAPA TIDAK ?

    Buat yang mau resign tapi gak jadi karena dibuai janji2 surga, harap
    pertimbangkan lagi..
    Dan baca ini:

    ------------------------------ ------------------------------
    ------------------------------ ------------------------------
    ---------------------

    Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno, ST yg bekerja di
    pabrik manufaktur elektronik Jepang, ni orang baru aja lolos tes
    perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau
    resign, berikut ini perdebatannya dengan Manajernya. Kita singkat aja
    ya,
    Manajer = M, dan Prayitno = P

    M = Edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, dimana morality
    kamu?

    P = Morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh
    karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan
    kesehatan gak full

    M = Sebenernya mau kamu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah
    menjalani 2 company sebelum ini

    P = Karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak,
    wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho.... ya saya pilih yg
    rewardnya lebih

    M = Kenapa kamu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya
    reward, kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu bertahan

    P = Kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?

    M = Tapi sayang sekali, saya pandang kamu yg paling berpotensi diantara
    yg lain

    P = Bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum
    saya

    M = Tidak, ini serius, kamu memiliki potensi besar, disini kamu bisa
    sukses! daripada kamu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum
    ketauan ntar disana kamu bakal sukses ato gak

    P = Disini juga sama aja.
    Saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2
    gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik
    dunk......

    M = Maksud kamu lebih baik itu apa? Money? Uang itu bukan segala2nya

    P = Klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya
    uang segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer

    M = Kita kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kamu hanya uang,
    kamu hanya mengejar "live". No difference with kambing, Bekerja hanya untuk
    bertahan hidup, Kamu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih
    mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri

    P = Saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau
    lepas dari orientasi "live" klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran
    kos, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang "live exixtency". So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat
    pekerjaan saya

    M = Prayitno.... klo kamu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2....
    selalu ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu

    P = Emang gak bakal abis pak.... karena itu, ngapain saya abisin disini?
    mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape.
    lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan ?

    M = Inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju
    karena loyal

    P = Loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang
    dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah,
    terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. Karena lelakinya
    gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya. Akibatnya istri2 mereka
    harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak
    yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada
    mereka.
    Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Cewek bawa
    tas berat aja dicuekin

    M = Tapi dimana responsibility kamu?

    P = Responsibility tu apa pak? Perasaan dulu saya pernah punya, pas
    awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk
    menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan
    untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan
    uang masuk ke kantong pemilik saham.
    Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling
    utama? Keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.

    M = kamu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan

    P = Saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya
    ambil, itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta.
    Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya
    meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang
    pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign

    M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! kalo gitu aku ikut kamu resign......
    .....

    P = Nggab bisa pak.... kowe wis tuwo.Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai
    background. ...



    Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa lampau.
    --Khalil Gibran.

    Kumpulan Artikel
    Kumpulan Artikel Updated at: 00.23

    Berhentilah Memerintah


    "Pemimpin sejati melayani. Melayani orang-orang. Melayani minat terbaik mereka. Dalam memimpin, mereka tidak selalu bertindak populer, dan tidak juga selalu mengesankan. Tetapi pemimpin sejati selalu dimotivasi oleh kepedulian kasih dibandingkan hasrat kejayaan pribadi dan mereka pun bersedia membayar harganya" -
    Eugene B. Habecker


    Sahabat, pemimpin yang baik,

    Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal itu jika diberi kekuasaan. Memimpin yang efektif adalah sebuah seni melayani. Pemimpin yang memiliki banyak pengikut adalah pemimpin yang melayani.

    Menurut pakar kepemimpinan John C.Maxwell, untuk menjadi orang besar kita harus mau menjadi
    yang paling kecil dan juga pelayan bagi orang lain. Layanilah orang lain dengan melakukan apa yang kita minta lakukan pada orang lain. Bersedia menyingsingkan lengan baju kita untuk bekerja. Otomatis Anda akan menjadi contoh bagi karyawan atau pengikut Anda.

    Dengarkan aspirasi karyawan Anda dan berempatilah pada mereka. Empati Anda akan menimbulkan rasa hormat mereka terhadap Anda, serta memberikan pertumbuhan pada diri Anda dan pengikut Anda. Jadilah mentor mereka. Menjadi mentor adalah bagaimana kita mengubah seseorang menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Fokuslah juga pada solusi permasalahan, bukan pada kesalahan karyawan Anda.
    Formulasikan rencana tindakan Anda untuk mengatasinya.

    Jika Anda ingin menjadi pemimpin pada tingkat tertinggi, bersedialah melayani orang yang paling rendah.  

    by Anne Ahira
    Kumpulan Artikel
    Kumpulan Artikel Updated at: 16.03

    Mengenali Gejala2 Gangguan Jantung


    Cek, apakah rambut di kepala Anda semakin lama semakin menipis. Ini bukan saja tanda penuaan. Kepala botak juga dapat mengindikiasikan adanya gangguan jantung. Kesimpulan itu berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Copenhagen, Denmark, seperti dikutip Daily Mail. 
    Selain timbunan lemak di sekitar mata, penyakit jantung juga diikuti dengan tanda kebotakan. Para ilmuwan juga menyimpulkan bahwa benjolan di bawah kulit pada lengan ataupun kaki juga merupakan tanda dari hiperkolesterol, yang menjadi pemicu gangguan jantung. Mereka memiliki resiko 57 persen lebih tinggi pada serangan jantung, dan 39 persen peningkatan resiko serangan jantung. 
    Penelitian yang dilakukan pada 10 ribu lebih responden berusia 40 tahun keatas, menunjukkan bahwa sebagian besar mereka yang memiliki gangguan jantung, berkepala botak. 7.537 mengalami kebotakan di bagian depan, dan 3.938 botak pada bagian atas kepala. Sementara 3.405 memiliki lipatan daun telinga, dan 678 memiliki timbunan lemak di sekitar mata. 
    Dalam studi tersebut, para peneliti mencatatkan jumlah uban, keriput pada kulit, dan tingkat kebotakan, deposit lemak, dan lipatan daun telinga. 
    Dr Anne Tybjaerg Hansen, kepala penelitian ini mengatakan: "Tanda-tanda penuaan mencerminkan usia fisiologis atau biologis, bukan usia kronologis. Memeriksa tanda-tanda penuaan harus menjadi bagian rutin dari pemeriksaan fisik oleh dokter."
    Sebelumnya, penelitian dari Harvard Medical School, juga menyatakan bahwa pria dengan kebotakan di puncak kepala memiliki 36 persen peningkatan risiko penyakit jantung. Sedangkan kebotakan pada bagian depan hanya memiliki resiko 9 persen. Kebotakan ini dikarenakan kadar testosteron yang tinggi, dan kurangnya suplai darah ke folikel rambut.
    Kemudian,
    Sepertinya cuaca panas akan lebih disukai, dari pada saat musim hujan yang notabene udaranya lebih dingin seperti sekarang ini. Anda masih bebas keluar rumah, tanpa takut akan guyuran hujan yang sangat mungkin menimbulkan keluhan berbagai penyakit. Batuk, demam, pilek, dan yang lainnya. Atau mungkin masalah pencernaan yang disebabkan karena makin berkembangnya bakteri dan parasit melalui air yang kotor.
    Nah, ternyata udara dingin tidak hanya menebar penyakit tersebut, tapi juga serangan jantung. Sebuah penelitian di  Amerika, menemukan jika kasus serangan jantung ini sangat meningkat saat musim dingin. Ini menunjukkan jika jantung juga berkaitan dengan perubahan musim. 
    Para peneliti di Good Samaritan Hospital, Los Angeles, melakukan analisa ini selama empat tahun, di tujuh negara bagian dengan iklim yang berbeda. California, Texas, Arizona, Georgia, Washington, Pennsylvania, dan Massachusetts. Arizona, misalnya, dianggap memiliki iklim dingin yang lebih hangat, dibandingkan Massachusetts.
    Dikutip Daily Mail, para peneliti ini mencatat adanya kenaikan angka kematian akibat serangan jantung saat musim dingin. Yakni 26 hingga 36 persen. Dan ini terjadi di semua wilayah tersebut. Suhu dingin yang berimbas pada flu dan gangguan  infeksi saluran pernapasan lainnya, disebut menyumbangkan faktor risiko pada peningkatan kasus jantung. Selain itu, pada suhu rendah, angka kekentalan darah pun meningkat. Ini menyebabkan jantung dan arteri bekerja lebih keras dalam melakukan pasokan darah ke seluruh tubuh. 
    Bryan Schwartz, dari University of New Mexico, yang terlibat dalam penelitian tersebut menekankan pentingnya vaksinasi flu dan asupan vitamin bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah. 

    sumber : viva.life.co.id
    Kumpulan Artikel
    Kumpulan Artikel Updated at: 18.26

    Memimpin Adalah Mendengarkan


    "Kepemimpinan bagi saya berarti tugas, kehormatan dan negara. Itu berarti karakter dan itu berarti mendengarkan dari waktu ke waktu" - George W. Bush

    Dear Sahabat,

    Kebanyakan orang cenderung lebih senang membicarakan dirinya sendiri dibandingkan mendengarkan. Hanya
    orang-orang  berpengaruh yang memahami nilai luar biasa jadi pendengar yang baik. Seperti yang
    dikatakan senator Amerika Serikat, Lyndon B. Johnson, Anda tidak akan pernah belajar apa-apa jika Anda
    terus bicara.

    Kemampuan mendengarkan secara cerdas merupakan kunci untuk dapat mempengaruhi orang lain. Mendengarkan memberikan manfaat dalam membangun hubungan, meningkatkan pengetahuan, membangkitkan ide, membangun loyalitas dan menunjukan rasa hormat kepada orang lain.

    Sekilas mendengarkan orang lain tampak hanya menguntungkan mereka, tetapi dengan menjadi pendengar yang
    baik, Anda sebenarnya menempatkan diri pada posisi membantu diri sendiri. Melalui mendengarkan, Anda memiliki kemampuan untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat, mengumpulkan informasi berharga dan
    meningkatkan pemahaman  Anda mengenai diri sendiri dan orang lain. 

    Herb Cohen, seorang negosiator terbaik dunia mengatakan: "Mendengarkan secara efektif membutuhkan lebih dari sekedar mendengarkan kata-kata yang disampaikan orang. Mendengarkan menuntut Anda menemukan makna dan pemahaman atas apa yang sedang dikatakan. Lagi pula, makna bukan terletak di dalam kata-kata,
    melainkan di dalam seseorang."

    Sahabatjadilah pendengar baik, sebelum menjadi pembicara yang baik. :-) 

    Kumpulan Artikel
    Kumpulan Artikel Updated at: 22.11

    Kejarlah Mimpi mu


    "Semua mimpi kita dapat terwujud, asalkan kita punya keberanian untuk mewujudkannya" - Walt Disney

    Dear Sahabat,

    Semua orang diciptakan istimewa oleh Tuhan dengan bakatnya masing-masing. Tapi terkadang mereka terhalang oleh pikirannya sendiri dalam mengembangkannya. Zig Ziglar, motivator dunia mengkategorikan orang-orang  yang tidak mengembangkan bakatnya ke dalam 4 golongan. 

    Orang pertama adalah yang menyangkal dirinya memiliki bakat. "Ah, saya tidak punya bakat apa-apa" sangkalnya. Ia merasa tidak perlu berbuat sesuatu atau berkontribusi bagi orang lain atau kehidupan umat
    manusia.

    Orang kedua suka menunda-nunda. "Saya memang punya bakat. Tapi, tidak sekarang mengembangkannya. Mungkin besok, lusa atau nanti sajalah" begitu alasannya. 

    Orang ketiga adalah yang merasa takut. "Sebetulnya saya ingin mengembangkan bakat saya. Tapi takut gagal, daripada saya ditertawakan orang, lebih baik saya diam saja, bukankah lebih aman?" itu selalu yang
    dikatakannya. 

    Orang keempat tidak mau bertanggung jawab. Dia selalu berdalih bahwa orang lain atau keadaanlah yang
    salah. "Bagaimana saya dapat mengembangkan bakat saya kalau orang di sekitar saya dan keadaan tidak mendukung" katanya menyalahkan keadaan.

    Sahabatku yang berbakat, saya yakin Anda tidak termasuk dalam keempat tipe orang tersebut. Bakat
    Anda terlalu sayang untuk disia-siakan, karena artinya Anda menyia-nyiakan anugrah Tuhan. Tuhan telah mendesain dan menciptakan manusia dengan keistimewaannya masing-masing. Kembangkan bakatmu,
    kejarlah mimpimu. 

    Kumpulan Artikel
    Kumpulan Artikel Updated at: 22.06

    Kepercayaan Perekat Hubungan


    "Perekat yang menyatukan suatu hubungan, termasuk hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin adalah
    kepercayaan, dan kepercayaan itu dibangun atas dasar integritas." -Brian Tracy

    Dear Sahabat yang amanah, 

    Kepercayaan adalah fondasi dari semua hubungan. Hubungan kerja, bisnis, kepemimpinan dan tentu saja cinta dibangun atas dasar kepercayaan. Tanpa itu, sebuah hubungan tak akan berjalan, sebuah organisasi pun akan kacau.

    Bayangkan jika Anda berada dalam sebuah lingkungan, hubungan atau organisasi tanpa kepercayaan, para pekerjanya saling curiga satu sama lain dan para atasannya berusaha mempertahankan posisinya masing-masing dengan segala cara. Organisasi seperti itu sangat rapuh dan tinggal menunggu waktu untuk hancur.

    Sahabat, sebagai seorang pemimpin, Anda harus menginvestasikan banyak waktu untuk membangun kepercayaan dari bawahan atau pengikut Anda. Kepercayaan itu sebenarnya dibangun atas fondasi sederhana. Jalanilah kehidupan dengan penuh integritas dan hormati orang lain. Konsistensi dalam kata dan perbuatan. Melakukan dan menepati apa yang Anda katakan pada orang lain.

    Sebelum Anda mengharapkan orang lain percaya pada Anda, sebagai pemimpin Anda harus percaya dahulu pada orang lain. Delegasikan kewenangan Anda pada mereka. Mereka pun akan merasa dipercaya atas kemampuan mereka. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya butuh waktu beberapa detik untuk menghancurkannya. Belajarlah mempercayai, belajarlah untuk jadi orang yang dipercaya.


    By Ahira
    Kumpulan Artikel
    Kumpulan Artikel Updated at: 21.58