thumbnail

Kue Kering Jaminan Mutu - Bonlie Cookies & Chocolate

Bonlie-Kue Kering
Salah satu jenis kudapan yang biasa kita makan adalah kue kering. Khususnya pada hari raya, kita sering menjumpai kue kering disajikan untuk menjamu tamu atau bahkan pada saat kita berkunjung ke rumah sanak kerabat. Beragam jenis dan bentuk kue kering yang disimpan didalam toples dan secangkir teh hangat, membuat suasana dengan keluarga semakin akrab.

Bagi sebagian orangtua, membuat kue kering bersama anak mereka untuk disajikan pada hari raya merupakan salah satu kegiatan bersama yang mengasyikan. Dimulai dari memilih resep kue kering, belanja bahan baku, mempersiapkan peralatan, menimbang bahan-bahan, membuat adonan dan mencetaknya, memanggang kue kering di dalam oven, sampai menyimpan kue kering yang telah matang ke dalam toples-toples. Sedangkan bagi anda yang sibuk bekerja atau kurang menyukai kegiatan memasak, membeli kue kering merupakan pilihan yang terbaik.

Di pasaran, banyak dijumpai variasi jenis kue kering yang tampilannya menarik namun dari segi rasa tidak kalah bersaing. Jenis kue kering yang biasa dikenal di masyarakat diantaranya adalah nastar, kaastengels (kue keju), putri salju, sagu keju dan lidah kucing. Selain itu, banyak pula variasi kue kering dengan campuran coklat, buah kering, kismis, selai, dan kacang-kacangan, yang dibuat oleh para produsen kue kering. Yang terpenting, anda tinggal menyiapkan budget yang akan anda keluarkan untuk membeli kue kering tersebut.

Di Indonesia, kue kering disantap untuk cemilan dan khususnya untuk memeriahkan acara-acara spesial serta hari raya. Kini hadir kue kering Bonlie yang menyajikan beragam jenis kue kering dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Selain kue kering, Bonlie menghadirkan variasi coklat yang lezat. Berbagai pilihan rasa dengan campuran keju, coklat, kacang-kacangan atau buah-buahan kering, dapat anda nikmati bersama keluarga dan kerabat. Bonlie juga menyediakan kemasan-kemasan menarik untuk kering dan coklat sebagai hantaran maupun parcel.

Mau kue kering, coklat dan kemasannya? Ya, ke Bonlie aja…
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 07.17

Penyakit Sifilis

Mengenal Gejala Penyakit Sifilis


Banyak di antara kita mungkin sering mendengar penyakit-penyakit yang bisa menular melalui hubungan seksual, termasuk salah satunya sifilis alias ”Raja Singa”. Namun, apakah Anda benar-benar tahu mengenai penyakit yang satu ini?

Apakah sifilis?
Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal, maupun oral. Sifilis tidak menular melalui peralatan makan, tempat dudukan toilet, knop pintu, kolam renang, dan tukar-menukar pakaian.

Gejala dan tanda-tanda sifilis
Banyak dari para penderita sifilis yang tidak menyadari jika mereka terkena sifilis dan karena itu mereka tidak mendapat pengobatan yang baik. Infeksi terutama didapat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka sifilis yang sedang aktif.

Sifilis mempunyai beberapa stadium infeksi. Setelah terinfeksi dengan sifilis, ada masa inkubasi, yaitu masa sampai sebelum timbulnya gejala luka terbuka yang disebut ”chancre” sekitar 9-90 hari, umumnya rata-rata saat 21 hari sudah terlihat.

Stadium pertama sifilis bisa ada sebuah luka terbuka yang disebut chancre di daerah genital, rektal, atau mulut. Luka terbuka ini tidak terasa sakit. Pembesaran kelenjar limfe bisa saja muncul. Seorang penderita bisa saja tidak merasakan sakitnya dan biasanya luka ini sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu, maka dari itu penderita biasanya tidak akan datang ke dokter untuk berobat, tetapi bukan berarti sifilis ini menghilang, tapi tetap beredar di dalam tubuh. Jika tidak diatasi dengan baik, akan berlanjut hingga stadium selanjutnya.

Stadium kedua muncul sekitar 1-6 bulan (rata-rata sekitar 6-8 minggu) setelah infeksi pertama, ada beberapa manifestasi yang berbeda pada stadium kedua ini. Suatu ruam kemerahan bisa saja timbul tanpa disertai rasa gatal di bagian-bagian tertentu,seperti telapak tangan dan kaki, atau area lembab, seperti skrotum dan bibir vagina. Selain ruam ini, timbul gejala-gejala lainnya, seperti demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, sakit kepala, kehilangan berat badan, nyeri otot, dan perlu diketahui bahwa gejala dan tanda dari infeksi kedua sifilis ini juga akan bisa hilang dengan sendirinya, tapi juga perlu diingat bahwa ini bukan berarti sifilis hilang dari tubuh Anda, tapi infeksinya berlanjut hingga stadium laten.

Stadium laten adalah stadium di mana jika diperiksa dengan tes laboratorium, hasilnya positif, tetapi gejala dan tanda bisa ada ataupun tidak. Stadium laten ini juga dibagi sebagai stadium awal dan akhir laten. Dinyatakan sebagai sifilis laten awal ketika sifilis sudah berada di dalam badan selama dua tahun atau kurang dari infeksi pertama dengan atau tanpa gejala. Sedangkan sifilis laten akhir jika sudah menderita selama dua tahun atau lebih dari infeksi pertama tanpa adanya bukti gejala klinis. Pada praktiknya, sering kali tidak diketahui kapan mulai terkena sehingga sering kali harus diasumsikan bahwa penderita sudah sampai stadium laten.

Sifilis tersier yang muncul pada 1/3 dari penderita yang tidak ditangani dengan baik. Biasanya timbul 1-10 tahun setelah infeksi awal, tetapi pada beberapa kasus bisa sampai 50 tahun baru timbul, stadium ini bisa dilihat dengan tanda-tanda timbul benjolan seperti tumor yang lunak. Pada stadium ini, banyak kerusakan organ yang bisa terjadi, mulai dari kerusakan tulang, saraf, otak, otot, mata, jantung, dan organ lainnya.

Jika penanganan baik
Untuk ke depannya, jika sifilis menerima penanganan dengan baik pada awal terkena sifilis, akan memberikan hasil yang cukup baik. Perlu diingat, kegagalan terapi bisa saja terjadi dan bisa saja terjadi reinfeksi. Tidak ada kriteria pasti mengenai kesembuhan pasien dengan infeksi sifilis pertama dan kedua, tetapi sifilis bisa dipertimbangkan sembuh jika selama dua tahun tes darah negatif dan tidak ada gejala yang timbul.
dr Intan Airlina Febiliawanti

Sumber: Kompas.com, Rabu, 10 Maret 2010

Linked Posts:
Penyakit Kelamin Gonorrhea | Herpes Simpleks | Kasus HIV / AIDS | HIV Bisa Hilang Dengan Nutrisi | Sunat Bantu Cegah AIDS
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 18.28

Leptospirosis

Leptospirosis — Mewabah Saat Banjir


Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira sp. yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya (zoonosis). Penyakit Leptospirosis ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1886 oleh Adolf Weil dengan gejala panas tinggi disertai beberapa gejala saraf serta pembesaran hati dan limpa.

Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui air (water borne disease) Urin (air kencing) dari individu yang terserang penyakit ini merupakan sumber utama penularan, baik pada manusia maupun pada hewan.

Leptospirosis terjadi di seluruh dunia,baik di daerah pedesaan maupun perkotaan, di daerah tropis maupun subtropis . Penyakit ini terutama beresiko terhadap orang yang bekerja di luar ruangan bersama hewan, misalnya peternak, petani, penjahit, dokter hewan, dan personel militer . Selain itu, Leptospirosis juga beresiko terhadap individu yang terpapar air yang terkontaminasi. Di daerah endemis, puncak kejadian Leptospirosis terutama terjadi pada saat musim hujan dan banjir.

Di Indonesia, penularan paling sering terjadi melalui tikus pada kondisi banjir. Keadaan banjir menyebabkan adanya perubahan lingkungan seperti banyaknya genangan air, lingkungan menjadi becek, berlumpur, serta banyak timbunan sampah yang menyebabkan mudahnya bakteri Leptospira berkembang biak. Air kencing tikus terbawa banjir kemudian masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka, selaput lendir mata dan hidung. Sejauh ini tikus merupakan reservoir dan sekaligus penyebar utama Leptospirosis karena bertindak sebagai inang alami dan memiliki daya reproduksi tinggi. Beberapa hewan lain seperti sapi, kambing, domba, kuda, babi, anjing dapat terserang Leptospirosis, tetapi potensi menularkan ke manusia tidak sebesar tikus.

Angka kematian Leptospirosis di Indonesia termasuk tinggi, mencapai 2,5-16,45 persen. Pada usia lebih dari 50 tahun kematian mencapai 56 persen. Di beberapa publikasi angka kematian dilaporkan antara 3 persen – 54 persen tergantung sistem organ yang terinfeksi

Gejala Leptospirosis

Masa inkubasi Leptospirosis pada manusia yaitu 2 – 26 hari. Infeksi Leptospirosis mempunyai manifestasi yang sangat bervariasi dan kadang tanpa gejala, sehingga sering terjadi kesalahan diagnosa

Perjalanan penyakit Leptospira terdiri dari 2 fase, yaitu fase septisemik dan fase imun. Pada periode peralihan fase selama 1-3 hari kondisi penderita membaik. Selain itu ada Sindrom Weil yang merupakan bentuk infeksi Leptospirosis yang berat.

Gejala dini Leptospirosis umumnya adalah demam, sakit kepala parah, nyeri otot, merah, muntah dan mata merah. Aneka gejala ini bisa meniru gejala penyakit lain seperti selesma, jadi menyulitkan diagnosa. Malah ada penderita yang tidak mendapat semua gejala itu.

Ada penderita Leptospirosis yang lebih lanjut mendapat penyakit parah, termasuk penyakit Weil yakni kegagalan ginjal, sakit kuning (menguningnya kulit yang menandakan penyakit hati) dan perdarahan masuk ke kulit dan selaput lendir. Pembengkakan selaput otak atau Meningitis dan perdarahan di paru-paru pun dapat terjadi. Kebanyakan penderita yang sakit parah memerlukan rawat inap dan Leptospirosis yang parah malah ada kalanya merenggut nyawa.

Pencegahan Leptospirosis
Yang pekerjaannya menyangkut binatang:
• Tutupilah luka dan lecet dengan balut kedap air.
• Pakailah pakaian pelindung misalnya sarung tangan, pelindung atau perisai mata, jubah kain dan sepatu bila menangani binatang yang mungkin terkena, terutama jika ada kemungkinan menyentuh air seninya.
• Pakailah sarung tangan jika menangani ari-ari hewan, janinnya yang mati di dalam maupun digugurkan atau dagingnya.
• Mandilah sesudah bekerja dan cucilah serta keringkan tangan sesudah menangani apa pun yang mungkin terkena.
• Jangan makan atau merokok sambil menangani binatang yang mungkin terkena. Cuci dan keringkan tangan sebelum makan atau merokok.
• Ikutilah anjuran dokter hewan kalau memberi vaksin kepada hewan.

Untuk yang lain:
• Hindarkanlah berenang di dalam air yang mungkin dicemari dengan air seni binatang.
• Tutupilah luka dan lecet dengan balut kedap air terutama sebelum bersentuhan dengan tanah, lumpur atau air yang mungkin dicemari air kencing binatang.
• Pakailah sepatu bila keluar terutama jika tanahnya basah atau berlumpur.
• Pakailah sarung tangan bila berkebun.

• Halaulah binatang pengerikit dengan cara membersihkan dan menjauhkan sampah dan makanan dari perumahan.
• Jangan memberi anjing jeroan mentah.
• Cucilah tangan dengan sabun karena kuman Leptospira cepat mati oleh sabun, pembasmi kuman dan jika tangannya kering.

Sumber: Wikipedia dan Berbagai Sumber

Linked Posts:
Penyakit Demam Berdarah Dengue | Penyakit Malaria | Penyakit Rabies | Cikungunya Atau Flu Tulang
Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 18.26

Hepatitis C

Hepatitis C


Hepatitis C adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HVC). Infeksi HCV dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan merusak hati sebelum menyebabkan gejala yang nyata. Kita bisa terinfeksi HCV dan tidak menyadarinya. HCV mungkin tidak menyebabkan masalah selama kurang lebih 15-20 tahun, atau bahkan lebih lama, tetapi HCV dapat mengakibatkan kerusakan hati berat yang disebut sirosis. Orang dengan sirosis berisiko lebih tinggi terhadap kanker hati, gagal hati dan kematian.

Virus Hepatitis C sangat pandai merubah dirinya dengan cepat. Sekarang ini ada sekurang-kurangnya 6 (enam) tipe utama dari virus Hepatitis C (yang sering disebut genotipe) dan lebih dari 50 subtipenya.

Hal ini merupakan alasan mengapa tubuh tidak dapat melawan virus dengan efektif dan penelitian belum dapat membuat vaksin melawan virus Hepatitis C. Genotipe tidak menentukan seberapa parah dan seberapa cepat perkembangan penyakit Hepatitis C, akan tetapi genotipe tertentu mungkin tidak merespon sebaik yang lain dalam pengobatan.

Penularan Hepatitis C

Ribuan infeksi baru diperkirakan muncul di Indonesia setiap tahun. Menurut data WHO, tiga persen penduduk dunia atau 170 juta orang di dunia terinfeksi Virus Hepatitis C.

Virus hepatitis C (HVC) menyebar dengan kontak darah-ke-darah dari darah seseorang yang terinfeksi. Di Amerika Serikat, orang dengan sejarah penggunaan jarum suntik, penggunaan narkoba (sampai 90% orang yang pernah menyuntik narkoba dengan memakai jarum suntik secara bergantian, walau hanya sekali, ternyata terinfeksi HCV), tato atau sirkulasi darah yang telah terpapar, melalui seks tidak aman meningkatkan risiko penyakit ini. Beberapa orang juga terinfeksi dalam sarana kesehatan, melalui tertusuk secara tidak sengaja dengan jarum suntik atau alat lain yang tidak steril. HCV juga dapat menular melalui transfusi darah, walau darah donor di Indonesia diskrining untuk HCV.

Dr I Nyoman Kandun, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan RI dalam suatu kesempatan kegiatan kampanye hepatitis C menjelaskan, semua orang memiliki risiko tertular hepatitis C.

Dua alasan utama yang dapat diberikan mengapa semua orang memiliki risiko tertular virus hepatitis C, yaitu karena ketidaktahuan mengenai bagaimana penularan hepatitis C dapat terjadi. Kedua karena hepatitis C merupakan penyakit yang tidak memiliki gejala secara spesifik, sehingga penderita tidak sadar kalau dirinya telah terinfeksi sehingga ditemukan sudah dalam tahap kronik ataupun menulari orang lain secara tidak disengaja.

Gejala Hepatitis C

Sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya.

Jika gejala-gejala di bawah ini ada yang mungkin samar :

  • Lelah
  • Hilang selera makan
  • Sakit perut
  • Urin menjadi gelap
  • Kulit atau mata menjadi kuning (disebut “jaundice”) jarang terjadi

Salah satu gejala umum dari Hepatitis C adalah kelelahan kronis. Kelelahan juga bisa sebagai efek samping pengobatan Hepatitis C. Rasa lelah akibat Hepatitis C dapat diatasi dengan istirahat cukup dan menjalankan olah raga yang rutin.

Meskipun demikian, sangat perlu untuk melakukan tes jika anda pikir anda memiliki resiko terjangkit Hepatitis C atau jika anda pernah berhubungan dengan orang atau benda yang terkontaminasi. Satu-satunya jalan untuk mengidentifikasi penyakit ini adalah dengan tes darah.

Sumber: Wikipedia Indonesia dan dari berbagai Sumber

Linked Posts:
Hepatitis Bukan Hanya Disebabkan Oleh Virus | Hepatitis A | Kanker Hati | Kanker hati dan Tidur Larut Malam | Mengobati Hepatitis

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 17.55

HIV AIDS Tak Lagi Ada Pada Dirinya

Timothy Ray Brown diketahui positif HIV AIDS(human immunodeficiency virus) pada 1995. Kini, ia masuk jurnal ilmiah sebagai orang pertama yang berhasil ‘menghapus’ virus HIV dari tubuhnya secara sepenuhnya. Dokter menyebut kondisi ini ‘penyembuhan fungsional’.

Pada 2008, Brown tinggal di Berlin dan mengidap HIV dan leukemia. Di sana, ilmuwan melakukan cangkok tulang sumsum untuk mengobati leukemianya. Ilmuwan mengatakan, Brown mendapat sumsum dari donor yang termasuk dalam 1% Caucasia kebal HIV.

“Saya berhenti berobat HIV di hari saya mendapat transplan itu,” papar pria yang dijuluki ‘Pasien Berlin’ itu.

Pasien Berlin Meningkatkan Kemungkinan HIV AIDS Untuk Disembuhkan



Peneliti AIDS Dr Jay Levy dari University of California, San Fransisco (UCSF) mengatakan, kasus Brown membuka pintu ‘riset penyembuhan’.

Namun, dokter menekankan, prosedur radikal Brown mungkin tak cocok dengan penderita HIV AIDS lain karena sulitnya cangkok sumsum dan menemukan donor yang sesuai.

“Tentunya Anda tak mau melakukan cangkok ini karena risiko kematiannya,” ungkap Paul Volberding dari UCSF.

Banyak pertanyaan mengenai pengobatan Brown tak terjawab, lanjutnya. “Satu elemen pengobatannya nampaknya memungkinkan virus HIV AIDS keluar dari tubuhnya,” lanjutnya lagi.

Hal ini akan menjadi studi yang menarik, tutupnya.

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 04.10

Kiamat 4 Hari Lagi - 21 Mei 2011 ~ Itu Kata Camping Loh

TEMPO Interaktif, Prediksi kiamat melalui penghitungan matematis kembali mengemuka. Kalangan Kristen fundamentalis yang tergabung dalam sebuah jaringan radio di Amerika Serikat mengatakan kiamat lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.


Harold Camping

"Kiamat Terjadi 4 Hari Lagi"



Penyiar Family Radio Worldwide yang bermarkas di California, Harold Camping, menghitung masa akhir dunia. Kesimpulannya, kiamat terjadi pada Sabtu 21 Mei 2011. "Akan terjadi gempa besar di Lautan Pasifik, mayat-mayat terlempar keluar dari kuburan," ujar Camping di laman radionya.

Peristiwa gempa besar ini akan diikuti dengan kekacauan global yang mengerikan. Manusia masih sanggup bertahan dalam suasana tak menentu tersebut hingga kehancuran total terjadi pada Jumat 21 Oktober 2011.

Camping tak hanya melakukan prediksi. Ia juga mengumpulkan dana untuk membiayai kampanye kiamat melalui baliho hingga iklan di media massa.

Ramalam Kiamat Berdasarkan Alkitab



Ramalan pria berusia 89 tahun ini berasal dari pertimbangan yang disebutkan dalam Alkitab. Disebutkan bahwa kiamat terjadi 7.000 tahun setelah banjir besar yang dialami Nuh. Kiamat juga terjadi pada hari Sabtu.

Survei yang dilakukan The Salt Lake Tribune atas ramalan ini memperlihatkan 67 persen penganut Kristen Evangelis mempercayai Camping. Sementara 30 persen lainnya menolak untuk percaya. Sisanya mengaku tidak tahu.

Ramalam Kiamat Camping di Tentang


Ramalan kiamat 21 Mei ini justru mendapat tentangan dari sebagian kalangan Kristen lain. Mengutip perkataan Yesus dalam Injil Matheus, kalangan penolak ramalan menyebutkan kiamat tidak bisa diprediksi waktunya.

Dalam survei yang sama, terlihat 68 persen penganut Kristen Protestan tak percaya kiamat terjadi pada 21 Mei sementara 30 persen lainnya mengaku percaya. Penganut Kristen Katolik juga senada, sebanyak 61 persen tidak percaya akan ramalan dan hanya 34 persen yang meyakini.

Camping juga memiliki reputasi buruk urusan meramalkan kiamat. Pria ini juga pernah meramalkan akhir dunia terjadi pada tahun 1994. Namun, tentu saja ramalan tersebut tidak terbukti.

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 08.27

Chinese Got Telent ~ Nenek Yang Lincah Menari Michael Jakson

Bai Shuying adalah seorang nenek berusia 65 tahun yang menggemari Michael Jackson. Bukan hanya senang mendengarkan lagu-lagunya, ia juga fasih menirukan gerakan tarian sang raja pop.

Kemahirannya menari ini ia tampilkan dalam audisi Chinese Got Talent. Seperti sudah bisa diduga, baik penonton maupun juri terkesima melihat penampilan si nenek lincah.

Lalu apakah nenek Bai Shuying lolos ke babak selanjutnya? Silakan tonton sendiri.



A Chinese 65 year old woman performed Michael Jackson's Dance

Kumpulan Artikel
Kumpulan Artikel Updated at: 04.52